وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak. Dan pada hari ketika Dia berkata, “Jadilah,” maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada hari sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dan Dialah yang penuh hikmah lagi waskita.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّwa-huwa lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqidan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak
  2. وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُwa-yawma yaquulu kun fa-yakuunudan pada hari ketika Dia berkata, jadilah, maka jadilah sesuatu itu
  3. قَوْلُهُ الْحَقُّqawluhu l-haqqufirman-Nya adalah benar
  4. وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِwa-lahu l-mulku yawma yunfakhu fii sh-shuuridan milik-Nyalah segala kekuasaan pada hari sangkakala ditiup
  5. عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ'aalimu l-ghaybi wa-sy-syahaadatiDia mengetahui yang gaib dan yang nyata
  6. وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُwa-huwa l-hakiimu l-khabiirudan Dialah yang penuh hikmah lagi waskita

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  6. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  7. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  8. يَقُولُyaquuluberkata
  9. كُنْkunjadilah
  10. فَيَكُونُfa-yakuunumaka jadilah ia
  11. قَوْلُهُqawluhuperkataan-Nya
  12. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  13. وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
  14. الْمُلْكُl-mulkukerajaan
  15. يَوْمَyawmahari
  16. يُنْفَخُyunfakhuditiup
  17. فِيfiipada
  18. الصُّورِsh-shuurisangkakala
  19. عَالِمُ'aalimuyang mengetahui
  20. الْغَيْبِl-ghaybiyang gaib
  21. وَالشَّهَادَةِwa-sy-syahaadatidan yang tampak
  22. وَهُوَwa-huwadan Dia
  23. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
  24. الْخَبِيرُl-khabiiruYang Maha Teliti

Inti bacaan

Firman 'Jadilah, maka jadilah' menegaskan bahwa penciptaan terjadi lewat perkataan yang langsung terwujud, 'Firman-Nya adalah benar' menghubungkan langsung antara apa yang dikatakan dan apa yang terjadi, tanpa jarak. Konkretnya: standar bahwa perkataan seharusnya selaras dengan kenyataan/tindakan (bukan sekadar wacana kosong) adalah nilai yang bisa diterapkan dalam skala manusia, usahakan agar perkataan/janji sendiri juga punya keselarasan serupa dengan tindakan nyata, bukan retorika yang berjarak dari kenyataan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan penciptaan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, kuasa mutlak Allah melalui firman 'Jadilah' yang seketika terwujud, meliputi hari kebangkitan ketika sangkakala ditiup, serta pengetahuan-Nya yang mencakup yang gaib dan nyata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut firman-Nya jadilah, maka jadilah. Tidak ada jarak antara ucapan dan kejadian. Yang digambarkan bukan kekuatan yang besar, melainkan ketiadaan jarak antara kata dan kenyataan.
  • Keterangan yang ditambahkan bahwa firman-Nya benar. Bukan kuat atau pasti. Kata yang dipilih tentang kesesuaian dengan kenyataan, dan itu ukuran yang juga berlaku bagi perkataan siapa pun.
  • Allah menutup dengan menyebut Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dua-duanya. Yang tersembunyi disebut lebih dahulu, dan urutan itu menempatkan yang tak terlihat bukan sebagai tambahan, melainkan sebagai yang utama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah' (takrif corpus); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).