وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, “Apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةًwa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi aazara a-tattakhidzu ashnaaman aalihatandan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan
  2. إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍinnii araaka wa-qawmaka fii dhalaalin mubiininsesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. إِبْرَاهِيمُibraahiimuIbrahim
  4. لِأَبِيهِli-abiihikepada bapaknya
  5. آزَرَaazaraAzar
  6. أَتَتَّخِذُa-tattakhidzuapakah engkau menjadikan
  7. أَصْنَامًاashnaamanberhala
  8. آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
  9. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  10. أَرَاكَaraakaaku melihatmu
  11. وَقَوْمَكَwa-qawmakadan kaummu
  12. فِيfiidalam
  13. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  14. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Ibrahim mengonfrontasi ayahnya sendiri, Azar, secara langsung dan terang-terangan tentang penyembahan berhala, kejujuran terhadap keyakinan mendasar tidak dikecualikan bahkan untuk figur seotoritatif orang tua. Konkretnya: menyampaikan keberatan jujur tentang sesuatu yang diyakini keliru, bahkan kepada figur yang secara sosial/keluarga dihormati (orang tua, senior), adalah keberanian yang dicontohkan di sini, kedekatan hubungan tidak seharusnya membungkam kejujuran tentang hal-hal mendasar.

Penjelasan pilihan kata

Ayat pembuka kisah Ibrahim mencari Tuhan. 'Ibrahim' & 'Azar' keduanya eksplisit di Arab sendiri ('li-abiihi aazara' = kepada ayahnya, Azar): Bukan pelanggaran disiplin anti-sejarah, kontras kasus 'Qabil' 5:28 yg tak eksplisit; konsisten dengan 'Daud'/'Isa' 5:78. '(Ingatlah)' dipertahankan tanpa kurung sbg pelengkap gramatikal wajib: idiom elipsis 'wa-idz X', acuan 5:20. Kutip 'qaala' dikonfirmasi morfologi.

Tafsiran

Ayat ini membuka narasi penting Ibrahim mengonfrontasi ayahnya, Azar, atas penyembahan berhala: sebuah kritik langsung dan tegas terhadap kesesatan yang nyata.

Renungan dan Hikmah

  • Ibrahim membuka bukan dengan menyebut Allah, melainkan dengan pertanyaan, 'apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan', baru sesudah itu menyampaikan penilaiannya. Urutan itu memberi ruang, sependek apa pun, untuk jawaban. Menyampaikan keberatan yang paling berat pun masih bisa dimulai dengan bertanya.
  • Kalimatnya berbunyi 'sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata'. Ia menyebut apa yang ia lihat, bukan menetapkan apa yang mereka. Penilaian yang dinyatakan sebagai penglihatan sendiri meninggalkan keputusan akhirnya kepada Allah, dan tetap tidak melunakkan isinya sedikit pun.
  • Kisah panjang Ibrahim mencari Tuhan dibuka bukan dengan berhadapan dengan raja atau kaumnya, melainkan dengan ayahnya sendiri. Yang paling dekat didahulukan. Orang biasanya menempuh urutan sebaliknya, berani kepada yang jauh dan diam kepada yang serumah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-b-w, a-kh-dz, s-n-m, a-l-h, r-a-y, q-w-m, d-l-l, b-y-n): asnaam diterjemahkan 'berhala-berhala'; aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (jamak ilaah, dijaga harfiah); dalaal mubiin diterjemahkan 'kesesatan yang nyata' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(Ingatlah)/(pantas)' dibuang.