فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

Ketika malam telah menjadi gelap atasnya, ia melihat sebuah bintang. Ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka, ketika bintang itu terbenam, ia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًاfa-lammaa janna 'alayhi l-laylu ra'aa kawkabanketika malam telah menjadi gelap atasnya, ia melihat sebuah bintang
  2. قَالَ هَٰذَا رَبِّيqaala haadzaa rabbiiia berkata, inilah Tuhanku
  3. فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَfa-lammaa afala qaala laa uhibbu l-aafiliinamaka ketika bintang itu terbenam, ia berkata, aku tidak suka kepada yang terbenam

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. جَنَّjannagelap
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. اللَّيْلُl-laylumalam
  5. رَأَىٰra'aamelihat
  6. كَوْكَبًاkawkabanbintang
  7. قَالَqaalaberkata
  8. هَٰذَاhaadzaaini
  9. رَبِّيrabbiiTuhanku
  10. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  11. أَفَلَafalaterbenam
  12. قَالَqaalaberkata
  13. لَاlaatidak
  14. أُحِبُّuhibbuaku mencintai
  15. الْآفِلِينَl-aafiliinayang terbenam

Inti bacaan

Ibrahim menguji bintang sebagai calon 'Tuhan', lalu menolaknya begitu ia 'terbenam', 'aku tidak suka kepada yang terbenam' menjadi kriteria eksplisit: apa pun yang bersifat sementara/hilang tidak layak jadi objek keyakinan tertinggi. Konkretnya: metode Ibrahim ini bisa dipraktikkan langsung, saat menaruh harapan/kepercayaan besar pada sesuatu (kekayaan, jabatan, popularitas), uji dulu apakah ia bersifat permanen atau fana; sesuatu yang pasti 'terbenam' cepat atau lambat bukan fondasi yang layak jadi sandaran utama.

Tafsiran

Ayat ini membuka rangkaian pencarian Ibrahim menemukan Tuhan sejati: mula-mula menduga bintang sebagai Tuhan, namun segera menolaknya begitu bintang itu terbenam, karena ia tidak menyukai sesuatu yang fana dan lenyap.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim mulai dari bintang di malam gelap. Yang paling menonjol saat itu. Pencarian yang jujur memang mulai dari kandidat yang paling meyakinkan.
  • Ukuran yang ia pakai bukan besar atau indahnya, melainkan apakah ia terbenam. Satu ujian sederhana. Yang datang dan pergi tidak bisa menjadi tempat bergantung yang tetap.
  • Allah merekam kesimpulannya dalam satu kalimat pendek. Tidak ada bantahan panjang. Yang gugur bukan oleh perdebatan, melainkan oleh satu kenyataan yang bisa dilihat semua orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).