فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ
Maka ketika ia melihat bulan terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bulan itu terbenam, ia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّيfa-lammaa ra'aa l-qamara baazighan qaala haadzaa rabbiimaka ketika ia melihat bulan terbit, ia berkata, inilah Tuhanku
- فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَfa-lammaa afala qaala la-in lam yahdinii rabbii la-akuunanna mina l-qawmi d-daalliinamaka ketika bulan itu terbenam, ia berkata, sungguh jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-a-y, q-m-r, b-z-gh, q-w-l, r-b-b, a-f-l, h-d-y, k-w-n, q-w-m, d-l-l): baazigh diterjemahkan 'terbit'; afala diterjemahkan 'terbenam'; yahdi diterjemahkan 'memberi petunjuk' (akar h-d-y HDY); daalliin diterjemahkan 'sesat' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(kepada kaumnya)' dibuang.
Aplikasi
Pola yang sama diulang pada bulan, 'jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat', pencarian Ibrahim disertai kerendahan hati mengakui butuh petunjuk, bukan mengklaim kepastian dari usahanya sendiri semata. Konkretnya: dalam proses mencari kebenaran/jawaban penting dalam hidup, kombinasi antara usaha aktif menyelidiki DAN kerendahan hati mengakui keterbatasan diri (butuh bimbingan dari luar) lebih produktif daripada mengandalkan kepastian diri sendiri semata.