فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ
Maka ketika ia melihat bulan terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bulan itu terbenam, ia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّيfa-lammaa ra'aa l-qamara baazighan qaala haadzaa rabbiimaka ketika ia melihat bulan terbit, ia berkata, inilah Tuhanku
- فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَfa-lammaa afala qaala la-in lam yahdinii rabbii la-akuunanna mina l-qawmi dh-dhaalliinamaka ketika bulan itu terbenam, ia berkata, sungguh jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat
Terjemahan per kata (18 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- رَأَىra'aamelihat
- الْقَمَرَl-qamarabulan
- بَازِغًاbaazighanterbit
- قَالَqaalaberkata
- هَٰذَاhaadzaaini
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- أَفَلَafalaterbenam
- قَالَqaalaberkata
- لَئِنْla-insungguh jika
- لَمْlamtidak
- يَهْدِنِيyahdiniimemberiku petunjuk
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- لَأَكُونَنَّla-akuunannasungguh aku akan menjadi
- مِنَminadari
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- الضَّالِّينَdh-dhaalliinaorang-orang yang tersesat
Inti bacaan
Pola yang sama diulang pada bulan, 'jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk kaum yang sesat', pencarian Ibrahim disertai kerendahan hati mengakui butuh petunjuk, bukan mengklaim kepastian dari usahanya sendiri semata. Konkretnya: dalam proses mencari kebenaran/jawaban penting dalam hidup, kombinasi antara usaha aktif menyelidiki dan kerendahan hati mengakui keterbatasan diri (butuh bimbingan dari luar) lebih produktif daripada mengandalkan kepastian diri sendiri semata.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'inilah'. Kutip 'qaala'×2 dikonfirmasi morfologi.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan pencarian Ibrahim dengan episode bulan: pola yang sama berulang, kekaguman awal diikuti kekecewaan begitu bulan terbenam, disertai kerendahan hati mengakui kebutuhan akan petunjuk Tuhan yang sejati.
Renungan dan Hikmah
- Sesudah bulan terbenam, yang ia ucapkan bukan kesimpulan tentang bulan, melainkan pengakuan bahwa ia membutuhkan petunjuk dari Allah. Pencariannya berbelok ke dalam. Orang yang sedang menyelidiki dan sanggup menyebut batas dirinya sendiri jarang tersesat lama.
- Episode ini mengulang bentuk yang sama dengan sebelumnya: terbit, disebut Tuhanku, lalu terbenam. Pengulangan itu disengaja. Yang hendak ditunjukkan bukan satu kekeliruan, melainkan sebuah cara memeriksa yang dijalankan sampai tuntas.
- Kalimatnya menyebut pastilah aku termasuk kaum yang sesat. Allah merekam kekhawatiran itu dalam bentuk jamak. Yang ia takutkan bukan keliru sendirian, melainkan ikut hanyut bersama orang banyak tanpa pernah memeriksanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, q-m-r, b-z-gh, q-w-l, r-b-b, a-f-l, h-d-y, k-w-n, q-w-m, d-l-l): baazigh diterjemahkan 'terbit'; afala diterjemahkan 'terbenam'; yahdi diterjemahkan 'memberi petunjuk' (akar h-d-y HDY); daalliin diterjemahkan 'sesat' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(kepada kaumnya)' dibuang.