إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًاinnii wajjahtu wajhiya li-lladzii fatara s-samaawaati wa-l-arda haniifansesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus
  2. وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَwa-maa anaa mina l-mushrikiinadan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik
Aplikasi

Kesimpulan pencarian Ibrahim: 'menghadapkan wajahku kepada Yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus (haniif)', orientasi total dan langsung kepada Pencipta, setelah proses eliminasi sistematis atas segala yang fana. Konkretnya: pencarian keyakinan yang matang idealnya melalui proses eliminasi yang jujur (menguji dan menyingkirkan yang terbukti tidak layak) sebelum sampai pada orientasi akhir yang mantap, kemantapan yang dibangun lewat proses semacam ini lebih kokoh daripada keyakinan yang diwarisi tanpa pernah diuji sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-j-h, f-t-r, s-m-w, a-r-d, h-n-f, sh-r-k): ⚠ wajjahtu wajhiya diterjemahkan 'aku menghadapkan wajahku', akar w-j-h (putaran WJH, harfiah); fatara diterjemahkan 'menciptakan (dari asal-mula)' (akar f-t-r putaran FTR); haniif diterjemahkan 'lurus/condong ke kebenaran' (akar h-n-f putaran HNF; terjemahan lain 'agama yang lurus'). gloss '(hanya)/(mengikuti)/(agama)' dibuang.