وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ ۚ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ ۚ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ۗ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Dan kaumnya berhujah dengannya. Ia berkata, “Apakah kalian hendak berhujah denganku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada yang kalian persekutukan dengan-Nya, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kalian mengambil pelajaran?
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَحَاجَّهُ قَوْمُهُwa-haajjahu qawmuhudan kaumnya berhujah dengannya
- قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِqaala a-tuhaajjuunnii fii llaahi wa-qad hadaaniia berkata, apakah kalian hendak berhujah denganku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku
- وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًاwa-laa akhaafu maa tushrikuuna bihi illaa an yashaa'a rabbii shay'andan aku tidak takut kepada yang kalian persekutukan dengan-Nya, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu
- وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًاwasi'a rabbii kulla shay'in ilmanilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu
- أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَa-fa-laa tatadzakkaruunatidakkah kalian mengambil pelajaran
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'And his people disputed with him. He said: “Dispute you with me concerning God, when He has guided me?1 And I fear not that to which you ascribe a partnership,2 save that my Lord should will anything. My Lord encompasses all things in knowledge.
Aplikasi
Ketenangan Ibrahim menghadapi hujah kaumnya bersumber bukan dari keberanian kosong, melainkan dari kesadaran bahwa 'ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu', ia tidak takut pada yang disekutukan karena yang disekutukan itu tidak punya kuasa nyata dibanding cakupan pengetahuan yang sebenarnya menyeluruh. Konkretnya: rasa takut yang tidak proporsional terhadap ancaman/tekanan sosial sering bersumber dari salah menilai skala kekuatan sebenarnya dari sumber ancaman itu, menilai ulang secara jujur seberapa besar kekuatan riil di balik tekanan yang dihadapi bisa meredakan ketakutan yang berlebihan.