وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ۚ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

dan bagaimana mungkin aku takut kepada yang kalian sekutukan, padahal kalian tidak takut, bahwa kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak pernah menurunkan kepada kalian wewenang apa pun mengenainya? Maka golongan manakah dari keduanya yang lebih berhak mendapat keamanan, jika kalian mengetahui?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًاwa-kayfa akhaafu maa ashraktum wa-laa takhaafuunadan bagaimana mungkin aku takut kepada yang kalian sekutukan, padahal kalian tidak takut
  2. فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِannakum ashraktum billaahi maa lam yunazzil bihi alaykum sultaananbahwa kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak pernah menurunkan kepada kalian wewenang apa pun mengenainya
  3. إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَfa-ayyu l-fariiqayni ahaqqu bi-l-amni in kuntum ta'lamuunamaka golongan manakah dari keduanya yang lebih berhak mendapat keamanan, jika kalian mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: '“And how should I fear that to which you ascribe a partnership1 when you fear not that you ascribe a partnership2 with God to that for which He has not sent down upon you authority?

Aplikasi

Pertanyaan retoris Ibrahim membalik logika ketakutan: golongan mana yang 'lebih berhak mendapat keamanan', yang berpegang pada sesuatu tanpa dasar/alasan yang diturunkan, atau yang berpegang pada dasar yang jelas? Konkretnya: saat menilai siapa sebenarnya berada di posisi rapuh dalam sebuah perdebatan atau konflik, periksa dasar/alasan riil di balik masing-masing posisi (bukan hanya siapa yang tampak lebih percaya diri atau berjumlah lebih banyak), posisi yang berdasar kokoh, meski terlihat minoritas, sebenarnya lebih aman daripada posisi mayoritas tanpa dasar.