الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan, dan mereka mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَalladziina aamanuu wa-lam yalbisuu iimaanahum bi-zhulmin ulaa'ika lahumu l-amnu wa-hum muhtaduunaorang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan, dan mereka mendapat petunjuk
Terjemahan per kata (11 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- يَلْبِسُواyalbisuumereka mencampuradukkan
- إِيمَانَهُمْiimaanahumiman mereka
- بِظُلْمٍbi-zhulmindengan kezaliman
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْأَمْنُl-amnukeamanan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- مُهْتَدُونَmuhtaduunaorang-orang yang mendapat petunjuk
Inti bacaan
'Tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman' (lam yalbisuu, akar sama dengan 6:9 'mengaburkan') menjadi syarat eksplisit bagi rasa aman dan petunjuk, bukan iman semata, tapi iman yang tidak dikotori/dikaburkan oleh tindak zalim. Konkretnya: memeriksa apakah keyakinan/prinsip yang dipegang benar-benar konsisten dengan tindakan sehari-hari (tidak dicampuradukkan dengan perbuatan yang bertentangan) adalah syarat agar keyakinan itu benar-benar memberi ketenangan, keyakinan yang diucapkan tapi dikhianati lewat tindakan tidak memberi rasa aman yang dijanjikan.
Penjelasan pilihan kata
'Ulaa'ika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah'.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan retoris 6:81 secara langsung: keamanan dan petunjuk sejati adalah milik mereka yang beriman tanpa mencampurkannya dengan kezaliman, terutama kezaliman terbesar berupa kemusyrikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah tidak menyebut iman yang sempurna, melainkan iman yang tidak dicampuradukkan dengan kezaliman. Ukurannya kemurnian, bukan kadar. Sesuatu yang bersih tetap bisa sedikit, dan sesuatu yang banyak tetap bisa keruh.
- Yang disebut lebih dahulu keamanan, baru kemudian petunjuk. Urutan yang tidak biasa. Orang yang masih gelisah sulit mengikuti arah; rasa aman rupanya bukan hadiah di ujung jalan, melainkan bekal untuk berjalan.
- Ayat sebelumnya bertanya golongan mana yang lebih berhak mendapat keamanan, dan ayat ini menjawabnya. Pertanyaan itu tidak dibiarkan menggantung lama. Allah menjawabnya bukan dengan menyebut nama sebuah golongan, melainkan dengan menyebut cirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, l-b-s, zh-l-m, h-d-y): lam yalbisuu diterjemahkan 'tidak mencampuradukkan/mengaburkan', akar l-b-s (seakar 6:9 labasa); zhulm diterjemahkan 'kezaliman' (dijaga harfiah; terjemahan lain menyisipkan '(syirik)', dibuang); muhtaduun diterjemahkan 'mendapat petunjuk' (akar h-d-y HDY).