وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Dan itulah hujah Kami yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu penuh hikmah lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِwa-tilka hujjatunaa aataynaahaa ibraahiima alaa qawmihidan itulah hujah Kami yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya
  2. نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُnarfa'u darajaatin man nashaa'uKami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki
  3. إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌinna rabbaka hakiimun aliimunsesungguhnya Tuhanmu penuh hikmah lagi berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga rendering). Lih.. sebagian penerjemah: 'And that1 is Our argument2 We gave to Abraham against his people. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita). ⟶, cabang ARGUMEN akar h-j-j diseragamkan ke keluarga '': nomina *hujja* diterjemahkan 'hujah' (dulu 4 cara alasan/keterangan/dalil/bantahan); verba *haajja* diterjemahkan 'berhujah' (dulu mendebat/membantah/berbantah/berdebat); *yatahaajj* diterjemahkan 'saling berhujah' (40:47). KBBI: hujah='(Ar) tanda; bukti; alasan'; berhujah='mengajukan alasan-alasan', bersih, mempertahankan akar (⚠ 'membantah'=KBBI 'menolak'=geser makna). akar h-j-j inti = 'menuju-sengaja / mengarah ke sasaran utk mencapai atau MENGALAHKAN'. *hujjah* disebut demikian '*li-annahaa tuhajju, i.e. ' (=diarahkan/dituju), kata yang SAMA yang mendefinisikan *hajj* (menuju Rumah). Maka: haji=menuju-sengaja ke Rumah · hujah=bukti yang diarahkan utk mengalahkan lawan · berhujah=saling-mengarahkan bukti. *lillaahi l-hujjatu l-baalighatu*='milik Allah ' menyambung tugas pembaca *haatuu burhaanakum*. Nilai terpuji/tercela dari OBJEK bukan kata (pola jabbaar/mutakabbir): berhujah ttg kebenaran (terpuji) vs berhujah ttg Allah setelah dijawab (42:16 tercela). Dossier.

Aplikasi

Hujah yang diberikan kepada Ibrahim disebut sebagai anugerah ('Kami anugerahkan'), dan diikuti prinsip 'Kami tinggikan orang yang Kami kehendaki beberapa derajat', kapasitas bernalar dan berargumen dengan baik dipandang sebagai karunia yang bisa ditingkatkan, bukan bakat tetap. Konkretnya: kemampuan menyusun argumen yang kokoh dan meyakinkan adalah keterampilan yang bisa terus diasah dan ditingkatkan (bukan sesuatu yang seseorang 'punya atau tidak' secara tetap), investasi dalam belajar bernalar dengan baik layak dianggap sebagai pengembangan diri yang bernilai.