وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ

Dan Ismail, Ilyasa, Yunus, dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan atas seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًاwa-ismaa'iila wa-l-yasa'a wa-yuunusa wa-luutandan Ismail, Ilyasa, Yunus, dan Lut
  2. وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَwa-kullan faddalnaa alaa l-aalamiinadan masing-masing Kami lebihkan atas seisi alam
Catatan pilihan kata (ringkas)

aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (terjemahan lain: semesta/seluruh alam, diseragamkan); perubahan lain hanya /lem catatan kaki bila ada; sebutan pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU rendering; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = loanword aalam). Probe 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. ⚠ naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. Lih. C2.

Aplikasi

Yunus disebutkan setara dengan nabi-nabi lain dalam 'tiap-tiap mereka Kami lebihkan atas seisi alam', meski riwayatnya (di 37:139-148) mencakup episode ia sempat melarikan diri dari tugasnya sebelum kembali. Konkretnya: kesalahan atau kegagalan besar di masa lalu tidak otomatis mendiskualifikasi seseorang dari pencapaian tinggi di kemudian hari, yang menentukan adalah respons dan perbaikan diri setelah kegagalan itu, bukan fakta bahwa kegagalan pernah terjadi.