ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Itulah petunjuk Allah; dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya; dan sekiranya mereka mempersekutukan, pasti sia-sialah apa yang mereka kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِdzaalika hudaa llaahi yahdii bihi man yashaa'u min ibaadihiitulah petunjuk Allah, dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya
- وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَwa-law ashrakuu la-habita anhum maa kaanuu ya'maluunadan sekiranya mereka mempersekutukan, pasti sia-sialah apa yang mereka kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar h-d-y, a-l-h, sh-y-a, '-b-d, sh-r-k, h-b-t, k-w-n, '-m-l): hudaa llaah diterjemahkan 'petunjuk Allah' (akar h-d-y HDY); ashrakuu diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k); habita diterjemahkan 'sia-sia' (akar h-b-t). Selaras.
Aplikasi
Prinsip 'sekiranya mereka mempersekutukan, sia-sialah apa yang mereka kerjakan' diletakkan langsung setelah daftar para nabi, menunjukkan bahwa standar ini berlaku universal, bahkan bagi figur paling mulia sekalipun (secara hipotetis), bukan dikecualikan untuk status tinggi. Konkretnya: tidak ada posisi/pencapaian yang membebaskan seseorang dari standar konsistensi dasar, prinsip yang sama berlaku untuk siapa pun tanpa pengecualian berdasarkan status, sebuah pengingat untuk tidak menganggap pencapaian masa lalu sebagai jaminan otomatis ke depan.