ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Itulah petunjuk Allah; dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya; dan sekiranya mereka mempersekutukan, pasti sia-sialah apa yang mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِdzaalika hudaa llaahi yahdii bihi man yasyaa'u min 'ibaadihiitulah petunjuk Allah, dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya
  2. وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَwa-law asyrakuu la-habitha 'anhum maa kaanuu ya'maluunadan sekiranya mereka mempersekutukan, pasti sia-sialah apa yang mereka kerjakan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. هُدَىhudaapetunjuk
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  5. بِهِbihidengannya
  6. مَنْmanorang yang
  7. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  8. مِنْmindari
  9. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  10. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  11. أَشْرَكُواasyrakuumenyekutukan
  12. لَحَبِطَla-habithasungguh akan terhapus
  13. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  14. مَاmaaapa yang
  15. كَانُواkaanuumereka adalah
  16. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan

Inti bacaan

Prinsip 'sekiranya mereka mempersekutukan, sia-sialah apa yang mereka kerjakan' diletakkan langsung setelah daftar para nabi, menunjukkan bahwa standar ini berlaku universal, bahkan bagi figur paling mulia sekalipun (secara hipotetis), bukan dikecualikan untuk status tinggi. Konkretnya: tidak ada posisi/pencapaian yang membebaskan seseorang dari standar konsistensi dasar, prinsip yang sama berlaku untuk siapa pun tanpa pengecualian berdasarkan status, sebuah pengingat untuk tidak menganggap pencapaian masa lalu sebagai jaminan otomatis ke depan.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itulah'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh anugerah petunjuk kepada para nabi adalah petunjuk Allah semata, namun bahkan mereka pun akan sia-sia amalnya jika mempersekutukan Allah, sebuah peringatan bahwa tauhid adalah syarat mutlak.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat pengandaian itu datang persis sesudah daftar para nabi disebutkan. Yang diandaikan mereka. Allah tidak mengecualikan siapa pun dari syarat itu, bahkan orang-orang yang baru saja Dia puji satu per satu.
  • Yang disebut itulah petunjuk Allah, bukan petunjuk yang mereka temukan. Kepemilikannya ditegaskan lebih dahulu. Sesuatu yang diterima memang lebih sulit dijadikan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada sesuatu yang dicapai.
  • Yang disebut sia-sia bukan kedudukan mereka, melainkan apa yang mereka kerjakan. Amalnya yang hangus. Bertahun-tahun pekerjaan bisa berhenti berarti bukan karena berhenti dikerjakan, melainkan karena berubah kepada siapa ia ditujukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-d-y, a-l-h, sh-y-a, '-b-d, sh-r-k, h-b-t, k-w-n, '-m-l): hudaa llaah diterjemahkan 'petunjuk Allah' (akar h-d-y HDY); ashrakuu diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k); habita diterjemahkan 'sia-sia' (akar h-b-t). Selaras.