أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, putusan, dan kenabian. Maka jika mereka ini kufur terhadapnya, sungguh Kami telah menyerahkannya kepada kaum yang tidak kufur terhadapnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَulaa'ika lladziina aataynaahumu l-kitaaba wa-l-hukma wa-n-nubuwwatamereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, putusan, dan kenabian
  2. فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَfa-in yakfur bihaa haa'ulaa'i fa-qad wakkalnaa bihaa qawman laysuu bihaa bi-kaafiriinamaka jika mereka ini kufur terhadapnya, sungguh Kami telah menyerahkannya kepada kaum yang tidak kufur terhadapnya

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آتَيْنَاهُمُaataynaahumuKami beri mereka
  4. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  5. وَالْحُكْمَwa-l-hukmadan hikmah
  6. وَالنُّبُوَّةَwa-n-nubuwwatadan kenabian
  7. فَإِنْfa-inmaka jika
  8. يَكْفُرْyakfurkafir
  9. بِهَاbihaapadanya
  10. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  11. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  12. وَكَّلْنَاwakkalnaaKami menugaskan
  13. بِهَاbihaapadanya
  14. قَوْمًاqawmankaum
  15. لَيْسُواlaysuumereka bukanlah
  16. بِهَاbihaapadanya
  17. بِكَافِرِينَbi-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

'Jika orang-orang itu mengingkarinya, Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya' menunjukkan bahwa kebenaran tidak bergantung pada satu audiens tertentu menerimanya, penolakan satu kelompok tidak menghentikan penyampaiannya, hanya memindahkan penerimanya. Konkretnya: saat sebuah kebenaran/nilai penting ditolak oleh kelompok yang dituju, itu bukan akhir dari nilai itu, ia akan menemukan audiens lain yang lebih reseptif; jangan biarkan penolakan satu kelompok membuat putus asa terhadap nilai kebenaran itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa jika generasi sezaman menolak warisan kitab, putusan, dan kenabian ini, Allah akan menyerahkannya kepada kaum lain yang tidak akan kufur terhadapnya: penegasan bahwa kebenaran tidak bergantung pada penerimaan segelintir orang.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah tiga: kitab, putusan, dan kenabian. Bukan satu pemberian. Ketiganya disebut sekaligus, sehingga yang diwariskan bukan cuma teksnya, melainkan juga kemampuan memutuskan dengannya.
  • Kalimat pengandaiannya menyebut jika mereka kufur, Allah telah menyerahkannya kepada kaum yang tidak kufur. Penerimanya bisa berganti. Yang tidak bergantung pada satu kelompok ternyata bukan kelompoknya, melainkan apa yang dititipkan kepadanya.
  • Bentuk yang dipakai menyebut penyerahan itu sudah terjadi, bukan akan terjadi. Tidak ada yang sedang menunggu. Keterangan itu menutup kemungkinan menawar, sebab yang ditawar sudah lama berpindah tangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).