أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, putusan, dan kenabian. Maka jika mereka ini kufur terhadapnya, sungguh Kami telah menyerahkannya kepada kaum yang tidak kufur terhadapnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَulaa'ika lladziina aataynaahumu l-kitaaba wa-l-hukma wa-n-nubuwwatamereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, putusan, dan kenabian
  2. فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَfa-in yakfur bihaa haa'ulaa'i fa-qad wakkalnaa bihaa qawman laysuu bihaa bi-kaafiriinamaka jika mereka ini kufur terhadapnya, sungguh Kami telah menyerahkannya kepada kaum yang tidak kufur terhadapnya
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).

Aplikasi

'Jika orang-orang itu mengingkarinya, Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya' menunjukkan bahwa kebenaran tidak bergantung pada satu audiens tertentu menerimanya, penolakan satu kelompok tidak menghentikan penyampaiannya, hanya memindahkan penerimanya. Konkretnya: saat sebuah kebenaran/nilai penting ditolak oleh kelompok yang dituju, itu bukan akhir dari nilai itu, ia akan menemukan audiens lain yang lebih reseptif; jangan biarkan penolakan satu kelompok membuat putus asa terhadap nilai kebenaran itu sendiri.