وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat ketika orang-orang zalim itu berada dalam sakratulmaut, sedang para malaikat mengulurkan tangan mereka, “Keluarkanlah nyawa kalian!” Pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kalian selalu mengatakan yang tidak benar terhadap Allah, dan kalian menyombongkan diri terhadap tanda-tanda-Nya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُwa-man azhlamu mimmani ftaraa alaa llaahi kadziban aw qaala uuhiya ilayya wa-lam yuuha ilayhi shay'un wa-man qaala sa-unzilu mitsla maa anzala llaahudan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, atau berkata, telah diwahyukan kepadaku, padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, aku akan menurunkan seperti yang diturunkan Allah
- وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُwa-law taraa idzi zh-zhaalimuuna fii ghamaraati l-mawti wa-l-malaa'ikatu baasituu aydiihim akhrijuu anfusakumudan seandainya engkau melihat ketika orang-orang zalim itu berada dalam sakratulmaut, sedang para malaikat mengulurkan tangan mereka, keluarkanlah nyawa kalian
- الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَal-yawma tujzawna adzaaba l-huuni bimaa kuntum taquuluuna alaa llaahi ghayra l-haqqi wa-kuntum an aayaatihi tastakbiruunapada hari ini kalian dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kalian selalu mengatakan yang tidak benar terhadap Allah, dan kalian menyombongkan diri terhadap tanda-tanda-Nya
Catatan pilihan kata (ringkas)
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And who is more unjust than he who invents a lie about God, or says: “It has been revealed to me,” when nothing has been revealed to him, and who says: “I will send down the like of what God sent down”? And if thou couldst see when the wrongdoers are in the throes of death and the angels stretching out their hands: “Bring forth your souls; this day are you rewarded with the punishment of humiliation because you ascribed to God other than the truth, and waxed proud at His proofs!”.'
Aplikasi
Kecaman keras terhadap yang mengaku menerima wahyu padahal tidak, atau mengklaim mampu 'mendatangkan seperti yang diturunkan Allah', digambarkan dengan sangat vivid saat sakratulmaut, azab dijatuhkan spesifik karena 'mengatakan terhadap Allah yang tidak benar'. Konkretnya: mengatasnamakan otoritas tertinggi (baik agama, sains, atau lembaga terpercaya) untuk klaim yang tidak berdasar adalah pelanggaran serius dengan konsekuensi berat, kehati-hatian ekstra diperlukan sebelum mengklaim tahu/menerima sesuatu yang sebenarnya tidak dimiliki.