إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Sesungguhnya Allah yang menumbuhkan biji-bijian dan biji buah. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah Allah. Maka, bagaimana kalian dapat dipalingkan?

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَىٰinna llaaha faaliqu l-habbi wa-n-nawaasesungguhnya Allah yang menumbuhkan biji-bijian dan biji buah
  2. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّyukhriju l-hayya mina l-mayyiti wa-mukhriju l-mayyiti mina l-hayyiDia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup
  3. ذَٰلِكُمُ اللَّهُdzaalikumu llaahuitulah Allah
  4. فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَfa-annaa tu'fakuunamaka bagaimana kalian dapat dipalingkan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. اللَّهَllaahaAllah
  3. فَالِقُfaaliquyang membelah
  4. الْحَبِّl-habbibiji-bijian
  5. وَالنَّوَىٰwa-n-nawaadan biji
  6. يُخْرِجُyukhrijumengeluarkan
  7. الْحَيَّl-hayyayang hidup
  8. مِنَminadari
  9. الْمَيِّتِl-mayyitiyang mati
  10. وَمُخْرِجُwa-mukhrijudan yang mengeluarkan
  11. الْمَيِّتِl-mayyitiyang mati
  12. مِنَminadari
  13. الْحَيِّl-hayyiyang hidup
  14. ذَٰلِكُمُdzaalikumudemikian itu
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
  17. تُؤْفَكُونَtu'fakuunakalian dipalingkan

Inti bacaan

Proses biji tumbuh menjadi tanaman ('mengeluarkan yang hidup dari yang mati') dijadikan bukti utama, sesuatu yang begitu biasa dan sering terlewatkan justru dijadikan argumen paling mendasar. Konkretnya: bukti-bukti besar sering tersembunyi dalam proses yang begitu rutin dan biasa sehingga jarang benar-benar diperhatikan (pertumbuhan, siklus alam), melatih diri memperhatikan hal-hal 'biasa' di sekitar dengan lebih saksama bisa mengungkap makna yang selama ini terlewat begitu saja karena dianggap remeh.

Tafsiran

Ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah melalui proses paling mendasar kehidupan: menumbuhkan biji hingga bertunas dan mengeluarkan yang hidup dari yang mati serta sebaliknya, bukti nyata yang seharusnya mencegah manusia berpaling dari-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai biji-bijian sebagai bukti, bukan langit. Benda yang ada di tangan siapa pun. Perkara terbesar dijelaskan lewat barang paling murah di rumah.
  • Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan yang mati dari yang hidup. Dua arah. Yang berlangsung bukan perjalanan searah menuju habis, melainkan pergantian yang terus bekerja.
  • Sesudah menyebut pekerjaan itu, Allah berkata itulah Allah, lalu bertanya bagaimana kalian dipalingkan. Pengenalan-Nya lewat perbuatan, bukan definisi. Pertanyaan di ujung membiarkan pembacanya menjawab sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).