فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Dia yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan yang perkasa lagi yang mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًاfaaliqu l-ishbaahi wa-ja'ala l-layla sakanan wa-sy-syamsa wa-l-qamara husbaananDia yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan
  2. ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِdzaalika taqdiiru l-'aziizi l-'aliimiitulah ketetapan yang perkasa lagi yang mengetahui

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَالِقُfaaliquyang membelah
  2. الْإِصْبَاحِl-ishbaahisubuh
  3. وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
  4. اللَّيْلَl-laylamalam
  5. سَكَنًاsakananketenteraman
  6. وَالشَّمْسَwa-sy-syamsadan matahari
  7. وَالْقَمَرَwa-l-qamaradan bulan
  8. حُسْبَانًاhusbaananperhitungan
  9. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  10. تَقْدِيرُtaqdiiruketetapan
  11. الْعَزِيزِl-'aziiziSang Digdaya
  12. الْعَلِيمِl-'aliimiSang Berilmu

Inti bacaan

Ritme alam (fajar menyingsing, malam untuk istirahat, matahari-bulan untuk perhitungan waktu) digambarkan sebagai desain yang secara langsung melayani kebutuhan praktis manusia, bukan kebetulan, melainkan ketetapan yang fungsional. Konkretnya: menyelaraskan ritme hidup dengan pola alami ini (istirahat cukup di malam hari, menggunakan waktu siang secara produktif) bukan sekadar kebiasaan sehat, tapi selaras dengan desain yang sudah tertanam dalam tatanan alam itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan penegasan kekuasaan Allah lewat tatanan alam: fajar yang menyingsing, malam untuk istirahat, serta matahari dan bulan sebagai penanda perhitungan waktu; semuanya adalah ketetapan yang perkasa lagi yang mengetahui.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia yang menyingsingkan pagi. Kata itu melukiskan sesuatu yang dibelah. Peristiwa yang paling rutin digambarkan sebagai tindakan yang memerlukan tenaga.
  • Allah menyebut malam dijadikan untuk beristirahat. Gunanya disebut. Yang berhenti dari kerja tiap malam bukan kehilangan waktu, melainkan menjalankan apa yang disediakan.
  • Allah menyebut matahari dan bulan untuk perhitungan, lalu menutup dengan ketetapan Yang perkasa lagi mengetahui. Dua benda besar untuk urusan menghitung hari. Yang paling megah dipasang untuk keperluan yang paling sehari-hari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.