وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
Dan mereka menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakan mereka. Dan mereka mengada-adakan anak laki-laki dan anak perempuan bagi-Nya tanpa pengetahuan. Mahasuci Dia, dan Dia jauh lebih tinggi dari apa yang mereka gambarkan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْwa-ja'aluu li-llaahi syurakaa'a l-jinna wa-khalaqahumdan mereka menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakan mereka
- وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍwa-kharaquu lahu baniina wa-banaatin bi-ghayri 'ilmindan mereka mengada-adakan bagi-Nya anak laki-laki dan anak perempuan tanpa pengetahuan
- سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَsubhaanahu wa-ta'aalaa 'ammaa yashifuunaMahasuci Dia, dan Dia jauh lebih tinggi dari apa yang mereka gambarkan
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَجَعَلُواwa-ja'aluudan mereka menjadikan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
- الْجِنَّl-jinnajin
- وَخَلَقَهُمْwa-khalaqahumdan Dia menciptakan mereka
- وَخَرَقُواwa-kharaquudan mereka mengada-adakan
- لَهُlahubaginya
- بَنِينَbaniinaanak-anak lelaki
- وَبَنَاتٍwa-banaatindan anak-anak perempuan
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
- وَتَعَالَىٰwa-ta'aalaadan Mahatinggi
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- يَصِفُونَyashifuunamereka sifatkan
Inti bacaan
Kritik terhadap klaim teologis (anak laki-laki/perempuan bagi Allah) yang dibuat 'tanpa dasar pengetahuan' menegaskan kembali prinsip inti: klaim tentang hal fundamental butuh dasar, bukan sekadar tradisi atau asumsi turun-temurun. Konkretnya: sebelum menerima atau menyebarkan klaim penting tentang hal-hal mendasar (baik agama, sains, atau isu besar lain), tanyakan dasarnya secara eksplisit, kebiasaan menuntut dasar sebelum menerima klaim besar adalah kedisiplinan berpikir yang berlaku luas, bukan hanya untuk topik teologis.
Tafsiran
Ayat ini mengecam praktik menjadikan jin sebagai sekutu Allah dan mengada-adakan anak laki-laki maupun perempuan bagi-Nya tanpa dasar pengetahuan sama sekali: kontradiksi mendasar karena Dialah yang menciptakan segala yang mereka sekutukan, jauh melampaui segala sifat yang mereka lekatkan kepada-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka menjadikan jin sebagai sekutu, padahal Dia yang menciptakan jin itu. Sekutunya buatan-Nya sendiri. Perbandingan antara pembuat dan yang dibuat memang tak pernah bisa disusun sejajar.
- Keterangan yang dilekatkan pada klaim itu tanpa pengetahuan. Bukan disebut salah, melainkan tak berdasar. Perbedaan keduanya menentukan: yang salah masih bisa diperbaiki dengan keterangan, yang tak berdasar harus dibongkar dari pangkalnya.
- Jawabannya dua tingkat: Mahasuci Dia, lalu Dia jauh lebih tinggi dari apa yang mereka gambarkan. Yang kedua menambahkan sesuatu pada yang pertama. Allah tidak cuma menolak gambaran itu; Dia menyebut jarak antara gambaran mereka dan kenyataannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).