بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak pernah mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِbadii'u s-samaawaati wa-l-ardhipencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya
  2. أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌannaa yakuunu lahu waladun wa-lam takun lahu shaahibatunbagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak pernah mempunyai istri
  3. وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍwa-khalaqa kulla syay'indan Dia menciptakan segala sesuatu
  4. وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌwa-huwa bi-kulli syay'in 'aliimundan Dia mengetahui segala sesuatu

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. بَدِيعُbadii'uPencipta
  2. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  3. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  4. أَنَّىٰannaabagaimana
  5. يَكُونُyakuunuadalah
  6. لَهُlahubaginya
  7. وَلَدٌwaladunanak
  8. وَلَمْwa-lamdan tidak
  9. تَكُنْtakunadalah
  10. لَهُlahubaginya
  11. صَاحِبَةٌshaahibatunistri
  12. وَخَلَقَwa-khalaqadan Dia menciptakan
  13. كُلَّkullasetiap
  14. شَيْءٍsyay'insesuatu
  15. وَهُوَwa-huwadan Dia
  16. بِكُلِّbi-kullipada segala
  17. شَيْءٍsyay'insesuatu
  18. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Argumen logis yang diajukan ('bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri?') menunjukkan bahwa penalaran rasional adalah alat yang sah untuk mengevaluasi klaim tentang hal-hal fundamental, bukan sesuatu yang harus dihindari dalam ranah keyakinan. Konkretnya: mempertahankan atau memeriksa keyakinan lewat penalaran logis yang konsisten (bukan sekadar menerima karena kebiasaan) adalah pendekatan yang dicontohkan di sini, keyakinan yang kokoh seharusnya tahan diuji secara rasional, bukan menghindar dari pertanyaan logis.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kemustahilan Allah mempunyai anak dengan argumen logis: Dia pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya, dan bahkan tidak pernah mempunyai pendamping, bagaimana mungkin Dia memiliki keturunan? Dialah pencipta dan pengetahu segala sesuatu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut diri-Nya pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Tidak ada model yang ditiru. Yang mencipta tanpa contoh tidak bisa dibandingkan dengan apa pun yang sudah ada, termasuk dengan cara makhluk memperoleh keturunan.
  • Bantahan yang diberikan berbentuk pertanyaan yang memakai jalan pikiran mereka sendiri: bagaimana mungkin ada anak tanpa pendamping. Nalar yang dipakai nalar sehari-hari. Sebuah keyakinan yang tak tahan diperiksa dengan penalaran biasa memang jarang bertahan lama.
  • Allah menutup dengan dua pernyataan yang cakupannya sama: Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. Membuat dan mengetahui disebut sama luasnya. Yang membuat sesuatu memang mengetahui isinya, dan tak ada bagian yang luput dari keduanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').