بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dia pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak pernah mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِbadii'u s-samaawaati wa-l-ardipencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya
  2. أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌannaa yakuunu lahu waladun wa-lam takun lahu saahibatunbagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak pernah mempunyai istri
  3. وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍwa-khalaqa kulla shay'indan Dia menciptakan segala sesuatu
  4. وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌwa-huwa bi-kulli shay'in aliimundan Dia mengetahui segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'The Originator of the Heavens and the Earth:1 how could He have a son when He has no companion, and He created all things?

Aplikasi

Argumen logis yang diajukan ('bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri?') menunjukkan bahwa penalaran rasional adalah alat yang sah untuk mengevaluasi klaim tentang hal-hal fundamental, bukan sesuatu yang harus dihindari dalam ranah keyakinan. Konkretnya: mempertahankan atau memeriksa keyakinan lewat penalaran logis yang konsisten (bukan sekadar menerima karena kebiasaan) adalah pendekatan yang dicontohkan di sini, keyakinan yang kokoh seharusnya tahan diuji secara rasional, bukan menghindar dari pertanyaan logis.