ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Itulah Allah, Tuhan kalian; tidak ada tuhan kecuali Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dan Dia atas segala sesuatu adalah wakil.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْdzaalikumu llaahu rabbukumitulah Allah, Tuhan kalian
  2. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan kecuali Dia
  3. خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُkhaaliqu kulli syay'in fa-'buduuhupencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia
  4. وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌwa-huwa 'alaa kulli syay'in wakiilundan Dia atas segala sesuatu adalah wakil

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. ذَٰلِكُمُdzaalikumudemikian itu
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
  4. لَاlaatidak ada
  5. إِلَٰهَilaahatuhan
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. هُوَhuwaDia
  8. خَالِقُkhaaliquPencipta
  9. كُلِّkullisegala
  10. شَيْءٍsyay'insesuatu
  11. فَاعْبُدُوهُfa-'buduuhumaka mengabdilah kepada-Nya
  12. وَهُوَwa-huwadan Dia
  13. عَلَىٰ'alaaatas
  14. كُلِّkullisegala
  15. شَيْءٍsyay'insesuatu
  16. وَكِيلٌwakiilunwakil

Inti bacaan

Allah disebut 'wakil atas segala sesuatu', berbeda dengan penyangkalan eksplisit Nabi sendiri 'aku bukan wakil atas kalian' (6:66), kontras ini menempatkan tanggung jawab pengawasan tertinggi pada sumbernya, bukan pada perantara. Konkretnya: pembawa pesan/pemimpin/perantara mana pun tidak perlu (dan tidak seharusnya) memikul beban menjadi 'penjamin akhir' atas hasil orang lain, tanggung jawab tertinggi ada pada struktur/sumber yang lebih besar, membebaskan perantara dari beban yang bukan miliknya.

Penjelasan pilihan kata

Kata tunjuk 'dzaalikumu' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itulah'. 'Wakiil' diterjemahkan 'wakil' konsisten dg acuan luas proyek (39:62 memakai frasa nyaris identik 'Dia atas segala sesuatu adalah wakil'). Kutip imperatif 'fa'buduuhu' dikonfirmasi morfologi (bentuk perintah).

Tafsiran

Ayat ini merangkum inti tauhid: hanya Allah, Tuhan dan pencipta segala sesuatu, yang berhak disembah, dan Dialah yang mengurus serta menjaga segala urusan.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimatnya bergerak dari pengenalan ke perintah: itulah Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Perintahnya diletakkan paling akhir, sesudah alasannya lengkap. Yang disuruh menyembah sudah diberi tahu lebih dulu kepada siapa.
  • Allah disebut wakil atas segala sesuatu, dan di tempat lain Rasul-Nya justru menyatakan 'aku bukan wakil atas kalian'. Kedudukan itu tidak dibagi. Yang bertanggung jawab mengurus hasil bukan yang menyampaikan pesan, dan menyamakan keduanya membebani orang dengan sesuatu yang tak pernah diberikan kepadanya.
  • Alasan yang disebut untuk menyembah-Nya bukan kebesaran atau kekuasaan, melainkan bahwa Dia pencipta segala sesuatu. Hubungannya hubungan asal-usul. Yang menyembah sesuatu yang tidak menciptakannya sedang berterima kasih kepada pihak yang keliru.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, r-b-b, kh-l-q, k-l-l, sh-y-a, '-b-d, w-k-l): wakiil (bagi ALLAH) diterjemahkan 'wakil (pemelihara)', akar w-k-l (putaran 61); Allah wakiil atas segala sesuatu, KONTRAS Nabi yang BUKAN wakil (6:66, 6:107); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah); fa-'buduuh diterjemahkan 'sembahlah Dia' (akar '-b-d).