ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Itulah Allah, Tuhan kalian; tidak ada tuhan kecuali Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dan Dia atas segala sesuatu adalah wakil.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْdzaalikumu llaahu rabbukumitulah Allah, Tuhan kalian
  2. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan kecuali Dia
  3. خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُkhaaliqu kulli shay'in fa-buduuhupencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia
  4. وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌwa-huwa alaa kulli shay'in wakiilundan Dia atas segala sesuatu adalah wakil
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-l-h, r-b-b, kh-l-q, k-l-l, sh-y-a, '-b-d, w-k-l): wakiil (bagi ALLAH) diterjemahkan 'wakil (pemelihara)', akar w-k-l (putaran 61); Allah wakiil atas segala sesuatu, KONTRAS Nabi yang BUKAN wakil (6:66, 6:107); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah); fa-'buduuh diterjemahkan 'sembahlah Dia' (akar '-b-d).

Aplikasi

Allah disebut 'wakil atas segala sesuatu', berbeda dengan penyangkalan eksplisit Nabi sendiri 'aku bukan wakil atas kalian' (6:66), kontras ini menempatkan tanggung jawab pengawasan tertinggi pada sumbernya, bukan pada perantara. Konkretnya: pembawa pesan/pemimpin/perantara mana pun tidak perlu (dan tidak seharusnya) memikul beban menjadi 'penjamin akhir' atas hasil orang lain, tanggung jawab tertinggi ada pada struktur/sumber yang lebih besar, membebaskan perantara dari beban yang bukan miliknya.