لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata, sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan. Dialah yang halus lagi waskita.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَlaa tudrikuhu l-absaaru wa-huwa yudriku l-absaaraDia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata, sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan
  2. وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُwa-huwa l-latiifu l-khabiirudan Dialah yang halus lagi waskita
Catatan pilihan kata (ringkas)

al-latiifu l-KHABIiR (takrif): 'Yang Maha Halus lagi Yang Waskita', latiif BELUM dibedah, 'Maha Halus' sementara; register campur terdokumentasi. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (loanword akar); khubr passthrough+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). Lih.. Jangkar: khabiir = petani penggarap.

Aplikasi

Asimetri yang ditegaskan, 'Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan, sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan', menunjukkan bahwa yang mengetahui/mengamati segalanya tidak harus dirinya sendiri bisa diamati langsung secara utuh. Konkretnya: menerima bahwa ada batas alami pada apa yang bisa dipahami secara langsung dan menyeluruh (baik tentang hal transenden maupun kompleksitas dunia pada umumnya) adalah kerendahan hati epistemik yang sehat, banyak hal tetap bisa dipahami lewat efek/tandanya meski sumbernya sendiri tidak sepenuhnya terjangkau.