وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan janganlah kalian memaki yang mereka seru selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍwa-laa tasubbuu lladziina yad'uuna min duuni llaahi fa-yasubbuu llaaha adwan bighayri ilmindan janganlah kalian memaki yang mereka seru selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan
  2. كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَkadzaalika zayyannaa li-kulli ummatin amalahum tsumma ilaa rabbihim marji'uhum fa-yunabbi'uhum bimaa kaanuu ya'maluunademikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'And revile not those to whom they call besides1 God lest they revile God in enmity without knowledge.

Aplikasi

Larangan memaki sesembahan orang lain punya alasan konsekuensialis eksplisit: 'karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan', bukan soal sesembahan itu layak dihormati, tapi soal akibat balasan yang lebih buruk. Konkretnya: sebelum menyerang keyakinan/simbol yang dipegang orang lain (meski diyakini keliru), pertimbangkan efek balasan yang mungkin ditimbulkan, terkadang menahan diri dari serangan langsung lebih bijak daripada memicu eskalasi yang memperburuk keadaan bagi semua pihak.