وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ

Dan mereka bersumpah demi Allah dengan sebenar-benarnya sumpah, bahwa sungguh jika datang suatu tanda kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah, “Sesungguhnya tanda-tanda itu hanya ada pada sisi Allah.” Dan apakah yang membuat kalian menyadari, bahwa apabila ia datang, mereka tidak akan beriman?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَاwa-aqsamuu billaahi jahda aymaanihim la-in jaa'atsum aayatun la-yu'minunna bihaadan mereka bersumpah demi Allah dengan sebenar-benarnya sumpah, bahwa sungguh jika datang suatu tanda kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya
  2. قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِqul innamaa l-aayaatu inda llaahikatakanlah, sesungguhnya tanda-tanda itu hanya ada pada sisi Allah
  3. وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَwa-maa yush'irukum annahaa idzaa jaa'at laa yu'minuunadan apakah yang membuat kalian menyadari, bahwa apabila ia datang, mereka tidak akan beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. sebagian penerjemah: 'And they swore by God their strongest oaths that if a proof came to them they would believe in it. Say thou: “The proofs are only with God.” And what will make you perceive that, if one comes, they will not believe?'

Aplikasi

Sumpah meyakinkan 'pastilah kami akan beriman' jika diberi tanda dijawab dengan skeptisisme: 'kalian tidak akan mengira bahwa jika tanda itu datang, mereka tidak juga akan beriman', janji kondisional yang penuh keyakinan diri belum tentu teruji tulus saat kondisinya benar-benar terpenuhi. Konkretnya: waspadai janji-janji kondisional yang terdengar sangat yakin ('kalau X terjadi, aku pasti akan Y'), baik dari orang lain maupun diri sendiri, karena kepastian verbal semacam itu sering tidak teruji sampai kondisinya benar-benar tiba, dan hasilnya bisa mengecewakan.