وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Dan Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya pada kali pertama, serta Kami biarkan mereka bingung meraba-raba dalam kesesatan mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَwa-nuqallibu af'idatahum wa-abshaarahum ka-maa lam yu'minuu bihi awwala marratin wa-nadzaruhum fii thughyaanihim ya'mahuunadan Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya pada kali pertama, serta Kami biarkan mereka bingung meraba-raba dalam kesesatan mereka
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَنُقَلِّبُwa-nuqallibudan Kami membolak-balikkan
- أَفْئِدَتَهُمْaf'idatahumhati mereka
- وَأَبْصَارَهُمْwa-abshaarahumdan penglihatan mereka
- كَمَاka-maasebagaimana
- لَمْlamtidak
- يُؤْمِنُواyu'minuumereka beriman
- بِهِbihipadanya
- أَوَّلَawwalaorang pertama
- مَرَّةٍmarratinkali
- وَنَذَرُهُمْwa-nadzaruhumdan Kami membiarkan mereka
- فِيfiidalam
- طُغْيَانِهِمْthughyaanihimkesewenangan mereka
- يَعْمَهُونَya'mahuunaterombang-ambing
Inti bacaan
'Memalingkan hati dan penglihatan mereka. membiarkan mereka bingung dalam kesesatan' menggambarkan penolakan yang dibiarkan berlanjut menjadi kondisi yang mengunci diri sendiri, bukan hukuman sepihak dari luar semata. Konkretnya: pola penolakan yang dibiarkan terus-menerus (terhadap kebenaran, terhadap umpan balik, terhadap koreksi) cenderung memperkuat dirinya sendiri seiring waktu, semakin lama dibiarkan, semakin sulit kembali; mengenali pola ini sejak dini penting sebelum menjadi kebiasaan yang mengunci diri.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan konsekuensi penolakan berulang: hati dan penglihatan mereka dipalingkan sebagaimana ketidakpercayaan mereka yang pertama, dan mereka dibiarkan meraba-raba tanpa arah dalam kesesatan mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia memalingkan hati mereka sebagaimana mereka tidak beriman pada kali pertama. Sebabnya perbuatan mereka sendiri, dan lebih dahulu. Yang menyusul bukan tindakan pembuka, melainkan balasan.
- Yang dipalingkan Allah sebut dua: hati dan penglihatan. Yang di dalam dan yang di luar. Kehilangan itu menutup dua jalan masuk sekaligus.
- Allah menyebut mereka dibiarkan bingung meraba-raba dalam kesesatan mereka. Bukan dihentikan. Yang paling menyulitkan bukan dilarang berjalan, melainkan dibiarkan berjalan tanpa arah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.