وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan dari kalangan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang dihias sebagai tipuan. Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki, mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkanlah mereka bersama apa yang mereka ada-adakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًاwa-ka-dzaalika ja'alnaa li-kulli nabiyyin 'aduwwan syayaathiina l-insi wa-l-jinni yuuhii ba'dhuhum ilaa ba'dhin zukhrufa l-qawli ghuruurandan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan dari kalangan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang dihias sebagai tipuan
- وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُwa-law syaa'a rabbuka maa fa'aluuhudan sekiranya Tuhanmu menghendaki, mereka tidak akan melakukannya
- فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَfa-dzarhum wa-maa yaftaruunamaka tinggalkanlah mereka bersama apa yang mereka ada-adakan
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
- جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- نَبِيٍّnabiyyinnabi
- عَدُوًّا'aduwwanmusuh
- شَيَاطِينَsyayaathiinasetan-setan
- الْإِنْسِl-insimanusia
- وَالْجِنِّwa-l-jinnidan jin
- يُوحِيyuuhiimewahyukan
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- إِلَىٰilaakepada
- بَعْضٍba'dhinsebagian
- زُخْرُفَzukhrufaperhiasan
- الْقَوْلِl-qawliperkataan
- غُرُورًاghuruurantipuan
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- مَاmaatidaklah
- فَعَلُوهُfa'aluuhumereka melakukannya
- فَذَرْهُمْfa-dzarhummaka biarkanlah mereka
- وَمَاwa-maadan apa yang
- يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada
Inti bacaan
Setiap pembawa kebenaran (nabi) dijanjikan akan punya musuh yang 'membisikkan perkataan yang dihias sebagai tipuan', oposisi dengan retorika menarik adalah pola yang normal dan diperkirakan menyertai siapa pun yang membawa pesan penting, bukan anomali yang mengejutkan. Konkretnya: saat memperjuangkan sesuatu yang benar, ekspektasikan sejak awal akan muncul argumen tandingan yang dikemas menarik dan meyakinkan, mempersiapkan diri menghadapi pola ini mencegah keterkejutan atau keraguan berlebihan saat benar-benar terjadi.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan pola universal bahwa setiap nabi menghadapi musuh berupa setan-setan dari kalangan manusia dan jin yang saling membisikkan tipu daya berhias kata-kata indah, namun semua itu terjadi dalam bingkai kehendak Allah, dan perintahnya adalah membiarkan mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut diri-Nya yang menjadikan musuh bagi setiap nabi. Permusuhan itu tidak digambarkan sebagai kecelakaan. Sesuatu yang disebut sudah diperhitungkan berhenti terasa sebagai tanda bahwa jalannya keliru.
- Alat yang disebut bukan kekuatan, melainkan perkataan yang dihias sebagai tipuan. Yang berbahaya bentuknya, bukan isinya. Sesuatu yang dikemas rapi memang lebih mudah masuk daripada sesuatu yang benar tetapi disampaikan apa adanya.
- Yang diperintahkan Allah pada penutupnya meninggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan. Bukan melawan. Ada perlawanan yang justru memperpanjang umur pihak yang dilawan, dan ayat ini memilih tidak memberikannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, k-l-l, n-b-a, '-d-w, sh-t-n, a-n-s, j-n-n, w-h-y, b-'-d, z-kh-r-f, q-w-l, gh-r-r, sh-y-a, r-b-b, f-'-l, w-dz-r, f-r-y): shayaatiin al-ins wa l-jinn diterjemahkan 'setan-setan dari manusia dan jin'; yuuhii diterjemahkan 'membisikkan' (akar w-h-y, di sini bisikan SETAN, membuktikan akar wahy TAK eksklusif Ilahi); zukhruf al-qawl diterjemahkan 'perkataan yang dihias'; ghuruur diterjemahkan 'tipuan'. gloss '(sebagaimana…)/(berupa)/(kebohongan)' dibuang.