وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ
Dan agar hati orang-orang yang tidak beriman pada akhirat condong kepadanya, dan agar mereka meridainya, dan agar mereka melakukan apa yang mereka lakukan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَwa-li-tasghaa ilayhi af'idatu lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati wa-li-yardawhu wa-li-yaqtarifuu maa hum muqtarifuunadan agar hati orang-orang yang tidak beriman pada akhirat condong kepadanya, dan agar mereka meridainya, dan agar mereka melakukan apa yang mereka lakukan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar s-gh-w, f-a-d, a-m-n, a-kh-r, r-d-w, q-r-f): tasghaa diterjemahkan 'condong/cenderung' (akar s-gh-w); af'idah diterjemahkan 'hati (sanubari)' (akar f-'-d, fu'aad, sepadan 'hati' seperti qalb); yaqtarifuu diterjemahkan 'melakukan/mengusahakan' (akar q-r-f). gloss berat terjemahan lain dibuang.
Aplikasi
Kerentanan terhadap 'perkataan yang dihias sebagai tipuan' dikaitkan langsung dengan 'tidak beriman pada akhirat', ketiadaan kerangka berpikir jangka panjang membuat seseorang lebih mudah tertarik pada hal yang menarik sesaat meski menyesatkan. Konkretnya: orientasi jangka panjang (mempertimbangkan konsekuensi dan akuntabilitas ke depan) berfungsi sebagai filter alami terhadap godaan yang tampak menarik tapi merugikan dalam jangka panjang, melatih diri berpikir jangka panjang adalah pertahanan praktis terhadap manipulasi retorika yang memikat sesaat.