وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Telah sempurna kalimat Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan. Tiada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan Dia yang mendengar lagi yang mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًاwa-tammat kalimatu rabbika sidqan wa-adlantelah sempurna kalimat Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan
  2. لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِlaa mubaddila li-kalimaatihitiada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya
  3. وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-aliimudan Dia yang mendengar lagi yang mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'Sang Berilmu' (takrif corpus); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..

Aplikasi

'Telah sempurna kalimat Tuhanmu... tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya' menegaskan stabilitas teks rujukan sebagai fondasi yang tidak bergeser meski keadaan di sekitarnya berubah. Konkretnya: memiliki satu rujukan yang stabil dan tidak berubah-ubah (prinsip, nilai inti) di tengah dunia yang terus bergejolak memberi titik pijak yang bisa diandalkan, kestabilan fondasi ini penting justru karena banyak hal lain di sekitarnya terus berubah.