إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِinna rabbaka huwa a'lamu man yadillu an sabiilihisesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
  2. وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَwa-huwa a'lamu bi-l-muhtadiinadan Dia pula yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..

Aplikasi

Pelepasan beban menilai: 'Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat... dan siapa yang mendapat petunjuk', penilaian akhir status spiritual seseorang diserahkan kepada pengetahuan yang lebih menyeluruh, bukan tugas manusia untuk memutuskan secara pasti. Konkretnya: melepaskan kebutuhan untuk menjadi 'hakim akhir' atas status moral/spiritual orang lain (siapa yang benar-benar tersesat, siapa yang benar-benar terpandu) membebaskan dari beban penilaian yang sebenarnya di luar jangkauan pengetahuan manusia yang terbatas.