إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِinna rabbaka huwa a'lamu man yadhillu 'an sabiilihisesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
  2. وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَwa-huwa a'lamu bi-l-muhtadiinadan Dia pula yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. هُوَhuwaDialah
  4. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  5. مَنْmanorang yang
  6. يَضِلُّyadhillusesat
  7. عَنْ'andari
  8. سَبِيلِهِsabiilihijalan-Nya
  9. وَهُوَwa-huwadan Dia
  10. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  11. بِالْمُهْتَدِينَbi-l-muhtadiinaorang-orang yang mendapat petunjuk

Inti bacaan

Pelepasan beban menilai: 'Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat. dan siapa yang mendapat petunjuk', penilaian akhir status spiritual seseorang diserahkan kepada pengetahuan yang lebih menyeluruh, bukan tugas manusia untuk memutuskan secara pasti. Konkretnya: melepaskan kebutuhan untuk menjadi 'hakim akhir' atas status moral/spiritual orang lain (siapa yang benar-benar tersesat, siapa yang benar-benar terpandu) membebaskan dari beban penilaian yang sebenarnya di luar jangkauan pengetahuan manusia yang terbatas.

Penjelasan pilihan kata

'(pula)' dipertahankan tanpa kurung: penghubung gaya yang wajar antara dua bagian sejajar 'huwa a'lamu...wa-huwa a'lamu...', bukan tambahan makna baru.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui secara pasti siapa yang tersesat dan siapa yang mendapat petunjuk, penegasan bahwa penilaian akhir sepenuhnya wewenang-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua golongan dengan susunan yang persis sama: Dia lebih mengetahui yang tersesat, dan Dia lebih mengetahui yang mendapat petunjuk. Tak ada yang lebih ditekankan. Yang disamakan bukan nasib keduanya, melainkan siapa yang berhak memutuskannya.
  • Kata yang dipakai lebih mengetahui, bukan sekadar mengetahui. Ada perbandingan tersirat di dalamnya. Yang dibandingkan bukan sesama manusia, melainkan pengetahuan siapa pun terhadap pengetahuan-Nya.
  • Kalimat ini tidak menyuruh pembacanya mengerjakan apa-apa; ia cuma menyebutkan bahwa Allah yang tahu. Tak ada tugas yang diberikan. Justru karena tak ada perintah di dalamnya, ada beban yang diam-diam turun dari pundak orang yang membacanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).