وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Dan demikian pula Kami jadikan pada setiap negeri para pembesar dari kalangan penjahatnya, agar mereka melakukan tipu daya di sana. Padahal, mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَاwa-kadzaalika ja'alnaa fii kulli qaryatin akaabira mujrimiihaa li-yamkuruu fiihaadan demikian pula Kami jadikan pada setiap negeri para pembesar dari kalangan penjahatnya, agar mereka melakukan tipu daya di sana
  2. وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَwa-maa yamkuruuna illaa bi-anfusihim wa-maa yash'uruunapadahal mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari
Catatan pilihan kata (ringkas)

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Aplikasi

Pola berulang lintas masyarakat: 'pada setiap negeri Kami jadikan orang-orang jahatnya sebagai pembesar', korupsi di puncak kekuasaan digambarkan sebagai fenomena yang berulang di berbagai tempat, bukan kasus terisolasi, namun tetap 'mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya'. Konkretnya: korupsi/kejahatan yang bercokol di posisi berkuasa adalah pola yang berulang lintas konteks (bukan sesuatu yang mengejutkan atau unik), namun pola ini pada akhirnya merugikan pelakunya sendiri meski mereka tidak menyadarinya, sebuah pengingat bahwa kekuasaan yang didapat lewat cara jahat membawa kerusakan tersembunyi bagi pemegangnya sendiri.