وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Dan demikian pula Kami jadikan pada setiap negeri para pembesar dari kalangan penjahatnya, agar mereka melakukan tipu daya di sana. Padahal, mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَاwa-ka-dzaalika ja'alnaa fii kulli qaryatin akaabira mujrimiihaa li-yamkuruu fiihaadan demikian pula Kami jadikan pada setiap negeri para pembesar dari kalangan penjahatnya, agar mereka melakukan tipu daya di sana
  2. وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَwa-maa yamkuruuna illaa bi-anfusihim wa-maa yasy'uruunapadahal mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  2. جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
  3. فِيfiipada
  4. كُلِّkullisegala
  5. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  6. أَكَابِرَakaabirapembesar-pembesar
  7. مُجْرِمِيهَاmujrimiihaapara pendosa di sana
  8. لِيَمْكُرُواli-yamkuruuuntuk membuat tipu daya
  9. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. يَمْكُرُونَyamkuruunamereka membuat tipu daya
  12. إِلَّاillaakecuali
  13. بِأَنْفُسِهِمْbi-anfusihimpada diri mereka
  14. وَمَاwa-maadan tidaklah
  15. يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari

Inti bacaan

Pola berulang lintas masyarakat: 'pada setiap negeri Kami jadikan orang-orang jahatnya sebagai pembesar', korupsi di puncak kekuasaan digambarkan sebagai fenomena yang berulang di berbagai tempat, bukan kasus terisolasi, namun tetap 'mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya'. Konkretnya: korupsi/kejahatan yang bercokol di posisi berkuasa adalah pola yang berulang lintas konteks (bukan sesuatu yang mengejutkan atau unik), namun pola ini pada akhirnya merugikan pelakunya sendiri meski mereka tidak menyadarinya, sebuah pengingat bahwa kekuasaan yang didapat lewat cara jahat membawa kerusakan tersembunyi bagi pemegangnya sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan pola berulang di setiap masyarakat: kejahatan sering dipimpin oleh para pembesar dari kalangan pelakunya sendiri yang merancang tipu daya, padahal pada akhirnya mereka hanya menipu diri mereka sendiri tanpa menyadarinya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah dijadikan pembesar orang-orang yang sudah termasuk penjahat di negeri itu. Wataknya tidak dimulai di sana; yang berubah kedudukannya. Kekuasaan dalam gambaran ini tidak membuat orang menjadi apa-apa, ia cuma memperbesar jangkauan orang yang sudah begitu.
  • Allah menyebut setiap negeri, tanpa mengecualikan satu pun. Pembacanya tidak diberi tempat untuk berdiri di luar. Keterangan yang tidak menyisakan pengecualian menutup jalan untuk membacanya sebagai cerita tentang orang lain.
  • Yang tidak mereka sadari bukan bahwa mereka sedang menipu, melainkan siapa yang sebenarnya tertipu. Perbuatannya disengaja sepenuhnya. Yang luput justru arah akibatnya, dan itulah bagian yang tak pernah masuk perhitungan siapa pun yang sedang menyusun tipu daya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.