وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ ۘ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ

Apabila datang suatu tanda kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِwa-idzaa jaa'atsum aayatun qaaluu lan nu'mina hattaa nu'taa mitsla maa uutiya rusulu llaahiapabila datang suatu tanda kepada mereka, mereka berkata, kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah
  2. اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُallaahu a'lamu haytsu yaj'alu risaalatahuAllah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya
  3. سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَsa-yusiibu lladziina ajramuu saghaarun inda llaahi wa-adzaabun shadiidun bimaa kaanuu yamkuruunaorang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And when a proof comes to them, they say: “We will not believe until we be given the like of what was given the messengers of God.” God best knows where He places His message; there will befall those who are lawbreakers humiliation before God and severe punishment for what they schemed.'

Aplikasi

Tuntutan 'kami tidak akan beriman hingga diberikan seperti yang diberikan kepada rasul-rasul' dijawab 'Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas', mendikte syarat penerimaan kebenaran sesuai keinginan sendiri (harus setara status tertentu) disingkap sebagai keangkuhan, bukan pencarian tulus. Konkretnya: menuntut agar kebenaran/kesempatan diberikan hanya dengan syarat tertentu yang menguntungkan diri sendiri (status, pengakuan setara) sering menyamarkan keengganan sejati di balik alasan yang tampak masuk akal, periksa jujur apakah tuntutan semacam itu benar-benar soal prinsip atau soal ego.