وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ ۘ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ
Apabila datang suatu tanda kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِwa-idzaa jaa'atsum aayatun qaaluu lan nu'mina hattaa nu'taa mitsla maa uutiya rusulu llaahiapabila datang suatu tanda kepada mereka, mereka berkata, kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah
- اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُallaahu a'lamu haytsu yaj'alu risaalatahuAllah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya
- سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَsa-yushiibu lladziina ajramuu shaghaarun 'inda llaahi wa-'adzaabun syadiidun bi-maa kaanuu yamkuruunaorang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan
Terjemahan per kata (29 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- جَاءَتْهُمْjaa'atsumdatang kepada mereka
- آيَةٌaayatuntanda
- قَالُواqaaluumereka berkata
- لَنْlantidak akan
- نُؤْمِنَnu'minakami beriman
- حَتَّىٰhattaasampai
- نُؤْتَىٰnu'taakami diberi
- مِثْلَmitslaseperti
- مَاmaaapa yang
- أُوتِيَuutiyadiberikan
- رُسُلُrusulupara rasul
- اللَّهِllaahiAllah
- اللَّهُallaahuAllah
- أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
- حَيْثُhaytsudi mana saja
- يَجْعَلُyaj'alumenjadikan
- رِسَالَتَهُrisaalatahurisalah-Nya
- سَيُصِيبُsa-yushiibuakan menimpa
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أَجْرَمُواajramuumereka berbuat dosa
- صَغَارٌshaghaarunkehinaan
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَعَذَابٌwa-'adzaabundan azab
- شَدِيدٌsyadiidunyang keras
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَمْكُرُونَyamkuruunamereka membuat tipu daya
Inti bacaan
Tuntutan 'kami tidak akan beriman hingga diberikan seperti yang diberikan kepada rasul-rasul' dijawab 'Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas', mendikte syarat penerimaan kebenaran sesuai keinginan sendiri (harus setara status tertentu) disingkap sebagai keangkuhan, bukan pencarian tulus. Konkretnya: menuntut agar kebenaran/kesempatan diberikan hanya dengan syarat tertentu yang menguntungkan diri sendiri (status, pengakuan setara) sering menyamarkan keengganan sejati di balik alasan yang tampak masuk akal, periksa jujur apakah tuntutan semacam itu benar-benar soal prinsip atau soal ego.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan tuntutan tak masuk akal mereka yang menuntut kesetaraan dengan para rasul sebagai syarat keimanan: Allah sendiri yang paling mengetahui kepada siapa risalah-Nya dipercayakan, dan mereka yang berdosa akan menanggung kehinaan serta azab berat akibat tipu daya mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Mereka menetapkan sendiri kapan akan beriman: sampai diberi seperti yang diberikan kepada rasul-rasul Allah. Penerimaan digantungkan pada syarat yang mereka susun. Yang menuntut kedudukan setara sebelum bersedia mendengar sebenarnya sedang menawar, bukan mencari.
- Jawaban yang diberikan tidak membantah kelayakan mereka; ia menyebut bahwa Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan risalah-Nya. Perkaranya bukan siapa yang pantas, melainkan siapa yang berhak menentukan kepantasan itu.
- Yang disebut Allah menimpa mereka dua: kehinaan, lalu azab yang berat. Kehinaan lebih dulu. Bagi orang yang seluruh tuntutannya berpijak pada kedudukan, kehilangan kedudukan itulah yang paling tepat sasaran, dan itu disebut sebelum yang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. God best knows where He places His message.