فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima keberserahan. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan kekejian atas orang-orang yang tidak beriman.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِfa-man yuridi llaahu an yahdiyahu yasyrah shadrahu li-l-islaamimaka siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima keberserahan
- وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِwa-man yurid an yudhillahu yaj'al shadrahu dhayyiqan harajan ka'annamaa yashsha'adu fii s-samaa'idan siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit
- كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَka-dzaalika yaj'alu llaahu r-rijsa 'alaa lladziina laa yu'minuunabegitulah Allah menimpakan kekejian atas orang-orang yang tidak beriman
Terjemahan per kata (28 kata)
- فَمَنْfa-manmaka orang yang
- يُرِدِyuridimenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنْanuntuk
- يَهْدِيَهُyahdiyahumemberinya petunjuk
- يَشْرَحْyasyrahmelapangkan
- صَدْرَهُshadrahudadanya
- لِلْإِسْلَامِli-l-islaamikepada Islam
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُرِدْyuridmenghendaki
- أَنْanuntuk
- يُضِلَّهُyudhillahumenyesatkannya
- يَجْعَلْyaj'almenjadikan
- صَدْرَهُshadrahudadanya
- ضَيِّقًاdhayyiqansempit
- حَرَجًاharajankesempitan
- كَأَنَّمَاka-annamaaseakan-akan
- يَصَّعَّدُyashsha'adumendaki
- فِيfiike
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- يَجْعَلُyaj'alumenjadikan
- اللَّهُllaahuAllah
- الرِّجْسَr-rijsakekotoran
- عَلَى'alaaatas
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Metafora dada yang lapang (menerima) versus dada yang sempit-sesak 'seakan-akan mendaki ke langit' (menolak) menggambarkan keterbukaan dan penolakan sebagai kondisi yang benar-benar terasa secara psikologis, bukan sekadar pilihan abstrak. Konkretnya: perhatikan bagaimana rasanya secara fisik/emosional saat menghadapi kebenaran yang menuntut perubahan, kelapangan versus kesesakan yang dirasakan adalah sinyal nyata tentang keterbukaan diri sendiri terhadap perubahan, bukan sekadar metafora, mengenali sinyal ini pada diri sendiri bisa jadi titik awal introspeksi kapan sedang menutup diri.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan bahwa hidayah dan kesesatan sama-sama berada dalam kehendak Allah: dada yang lapang menerima keberserahan berbeda total dengan dada yang sempit sesak bagai mendaki ke langit, dan kekejian ditimpakan atas mereka yang tidak beriman.
Renungan dan Hikmah
- Yang dipakai menggambarkan dua keadaan itu dada, bukan pikiran. Lapang dan sesak, dua rasa yang dikenal tubuh. Allah memilih ukuran yang bisa diperiksa sendiri oleh setiap orang tanpa perlu diberi tahu siapa pun.
- Perumpamaan yang dipakai naik ke langit, tempat udara makin menipis. Bukan tenggelam atau tertimbun. Yang digambarkan bukan orang yang ditekan dari luar, melainkan orang yang makin ke atas makin sulit bernapas.
- Allah menyebut diri-Nya melapangkan dada, bukan membiarkannya lapang. Kelapangan itu dikerjakan. Yang terasa sebagai kemudahan menerima sesuatu ternyata bukan watak bawaan seseorang, melainkan sesuatu yang diberikan kepadanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'Islam'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.