وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Dan ingatlah pada hari Dia mengumpulkan mereka semua, “Wahai golongan jin, sungguh kalian telah memperbanyak diri dari kalangan manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan kami, sebagian kami telah bersenang-senang dengan sebagian yang lain, dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Dia berfirman, “Apilah tempat tinggal kalian, kekal di dalamnya, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Sesungguhnya Tuhanmu penuh hikmah lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِwa-yawma yahsyuruhum jamii'an yaa ma'syara l-jinni qadi staktsartum mina l-insidan ingatlah pada hari Dia mengumpulkan mereka semua, wahai golongan jin, sungguh kalian telah memperbanyak diri dari kalangan manusia
  2. وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَاwa-qaala awliyaa'uhum mina l-insi rabbanaa stamta'a ba'dhunaa bi-ba'dhin wa-balaghnaa ajalanaa lladzii ajjalta lanaadan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, ya Tuhan kami, sebagian kami telah bersenang-senang dengan sebagian yang lain, dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami
  3. قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُqaala n-naaru matswaakum khaalidiina fiihaa illaa maa syaa'a llaahuDia berfirman, apilah tempat tinggal kalian, kekal di dalamnya, kecuali apa yang Allah kehendaki
  4. إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌinna rabbaka hakiimun 'aliimunsesungguhnya Tuhanmu penuh hikmah lagi berilmu

Terjemahan per kata (36 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. يَحْشُرُهُمْyahsyuruhummengumpulkan mereka
  3. جَمِيعًاjamii'ansemuanya
  4. يَاyaawahai
  5. مَعْشَرَma'syarasekalian
  6. الْجِنِّl-jinnijin
  7. قَدِqadisungguh
  8. اسْتَكْثَرْتُمْstaktsartumkalian memperbanyak
  9. مِنَminadari
  10. الْإِنْسِl-insimanusia
  11. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  12. أَوْلِيَاؤُهُمْawliyaa'uhumpara pelindung mereka
  13. مِنَminadari
  14. الْإِنْسِl-insimanusia
  15. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  16. اسْتَمْتَعَstamta'amenikmati
  17. بَعْضُنَاba'dhunaasebagian kami
  18. بِبَعْضٍbi-ba'dhindengan sebagian
  19. وَبَلَغْنَاwa-balaghnaadan kami mencapai
  20. أَجَلَنَاajalanaaajal kami
  21. الَّذِيlladziiyang
  22. أَجَّلْتَajjaltaEngkau tetapkan
  23. لَنَاlanaabagi kami
  24. قَالَqaalaberkata
  25. النَّارُn-naaruapi
  26. مَثْوَاكُمْmatswaakumtempat tinggal kalian
  27. خَالِدِينَkhaalidiinakekal
  28. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  29. إِلَّاillaakecuali
  30. مَاmaaapa yang
  31. شَاءَsyaa'amenghendaki
  32. اللَّهُllaahuAllah
  33. إِنَّinnasesungguhnya
  34. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  35. حَكِيمٌhakiimunbijaksana
  36. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Pengakuan bersama jin dan manusia, 'kami telah saling mendapatkan kesenangan', menyingkap kompliisitas dua arah dalam relasi yang saling mengeksploitasi, bukan satu pihak sebagai korban murni dan pihak lain sebagai pelaku tunggal. Konkretnya: dalam hubungan atau kebiasaan yang saling merugikan (baik dengan orang lain atau pola pikir yang menyesatkan), sering ada keterlibatan aktif dari kedua sisi, bukan hanya satu pihak yang 'menjerumuskan', mengakui peran aktif diri sendiri dalam relasi yang merugikan adalah langkah pertama sebelum bisa keluar darinya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pengadilan bersama antara jin dan manusia yang saling terkait dalam kesesatan: jin dituduh telah memperbanyak diri dari kalangan manusia, manusia mengakui kesenangan yang saling mereka nikmati hingga ajal tiba, dan keduanya dijanjikan api sebagai tempat tinggal, kecuali apa yang Allah kehendaki lain, karena Tuhanmu penuh hikmah dan pengetahuan.

Renungan dan Hikmah

  • Di hadapan Allah, yang mereka akui bukan bahwa satu pihak menipu yang lain, melainkan 'kami telah saling mendapatkan kesenangan'. Keduanya memperoleh sesuatu. Hubungan yang merusak jarang bertahan lama tanpa ada yang dinikmati kedua belah pihak, dan itulah sebabnya ia sulit diputus.
  • Allah menyebut tuduhannya 'kalian telah memperbanyak diri dari kalangan manusia'. Yang dihitung jumlahnya, bukan beratnya kejahatan. Pengaruh yang menyebar memang dinilai berbeda dari kesalahan yang berhenti pada satu orang.
  • Pengakuan mereka berakhir dengan menyebut ajal yang Allah tetapkan. Kesenangan itu punya batas waktu yang sudah ditentukan sejak awal, dan mereka mengetahuinya. Yang paling menyakitkan dari pengakuan semacam itu bukan menyesali perbuatannya, melainkan menyadari bahwa batasnya memang selalu ada di sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

istakthartum/mathwaakum = 2MP diterjemahkan kalian; rabbaKA 2MS 'Tuhanmu' SAH. hakiimun aliim INDEF diterjemahkan 'penuh hikmah lagi Maha Mengetahui' (aliim belum dibedah). Lem fn 260/261 dibuang. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).