قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Katakanlah, “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukan kalian, aku pun berbuat. Kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat kesudahan negeri akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌqul yaa qawmi 'maluu 'alaa makaanatikum innii 'aamilunkatakanlah, wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukan kalian, aku pun berbuat
- فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِfa-sawfa ta'lamuuna man takuunu lahu 'aaqibatu d-daarikelak kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat kesudahan negeri akhirat
- إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَinnahu laa yuflihu zh-zhaalimuunasesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung
Terjemahan per kata (19 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- اعْمَلُوا'maluuberamallah kalian
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَكَانَتِكُمْmakaanatikumkedudukan kalian
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- عَامِلٌ'aamilunyang beramal
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui
- مَنْmanorang yang
- تَكُونُtakuunumenjadi
- لَهُlahubaginya
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الدَّارِd-daarinegeri
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- لَاlaatidak
- يُفْلِحُyuflihuberuntung
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
Inti bacaan
'Berbuatlah menurut kedudukan kalian, aku pun berbuat (demikian). Kelak kalian akan mengetahui.', Nabi tidak memaksa kesepakatan instan, melainkan membiarkan waktu dan hasil yang membuktikan siapa yang benar. Konkretnya: dalam perselisihan pandangan yang mendalam dengan orang lain, kadang pilihan paling produktif adalah membiarkan masing-masing pihak melanjutkan jalannya sendiri dan membiarkan waktu/hasil nyata yang menjadi pembuktian, bukan memaksakan kesepakatan lewat argumen yang tidak akan diterima saat itu juga.
Tafsiran
Ayat ini adalah perintah tegas kepada Rasul untuk menyatakan bahwa masing-masing pihak akan bertindak menurut jalannya sendiri, dan kelak akan terbukti siapa yang benar-benar meraih kesudahan yang baik: karena orang-orang zalim tidak akan pernah beruntung.
Renungan dan Hikmah
- Yang diperintahkan Allah mengucapkan berbuatlah menurut kedudukan kalian, aku pun berbuat. Kedua pihak dipersilakan meneruskan. Perselisihan yang tidak bisa diselesaikan dengan kata diserahkan kepada apa yang akan terjadi.
- Yang disebut Allah bukan kelak aku membuktikan, melainkan kelak kalian akan mengetahui. Pengetahuannya datang kepada mereka sendiri. Kesimpulan yang ditemukan sendiri memang tidak perlu diperdebatkan dengan siapa pun.
- Penutupnya sebuah keterangan umum: orang-orang yang zalim tidak akan beruntung. Bukan ancaman kepada mereka. Yang diucapkan sebuah aturan, dan aturan itu dibiarkan berlaku kepada siapa pun yang memenuhi syaratnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).