وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Dan mereka menyediakan bagi Allah dari apa yang Dia ciptakan, yaitu tanaman dan hewan ternak, suatu bagian, lalu mereka berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah, dan ini untuk sekutu-sekutu kami.” Maka apa yang menjadi bagian sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah, sedangkan apa yang menjadi bagian Allah, itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka. Buruklah apa yang mereka tetapkan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَاwa-ja'aluu li-llaahi mimmaa dzara'a mina l-hartsi wa-l-an'aami nashiiban fa-qaaluu haadzaa li-llaahi bi-za'mihim wa-haadzaa li-syurakaa'inaadan mereka menyediakan bagi Allah dari apa yang Dia ciptakan, yaitu tanaman dan hewan ternak, suatu bagian, lalu mereka berkata menurut persangkaan mereka, ini untuk Allah, dan ini untuk sekutu-sekutu kami
- فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِfa-maa kaana li-syurakaa'ihim fa-laa yashilu ilaa llaahimaka apa yang menjadi bagian sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah
- وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْwa-maa kaana li-llaahi fa-huwa yashilu ilaa syurakaa'ihimsedangkan apa yang menjadi bagian Allah, itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka
- سَاءَ مَا يَحْكُمُونَsaa'a maa yahkumuunaburuklah apa yang mereka tetapkan
Terjemahan per kata (31 kata)
- وَجَعَلُواwa-ja'aluudan mereka menjadikan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- ذَرَأَdzara'amenciptakan
- مِنَminadari
- الْحَرْثِl-hartsiladang
- وَالْأَنْعَامِwa-l-an'aamidan binatang ternak
- نَصِيبًاnashiibanbagian
- فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
- هَٰذَاhaadzaaini
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- بِزَعْمِهِمْbi-za'mihimmenurut anggapan mereka
- وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
- لِشُرَكَائِنَاli-syurakaa'inaakepada sekutu-sekutu kami
- فَمَاfa-maamaka apa yang
- كَانَkaanaadalah
- لِشُرَكَائِهِمْli-syurakaa'ihimkepada sekutu-sekutu mereka
- فَلَاfa-laamaka tidak
- يَصِلُyashilusampai
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- وَمَاwa-maadan apa yang
- كَانَkaanaadalah
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- يَصِلُyashilusampai
- إِلَىٰilaakepada
- شُرَكَائِهِمْsyurakaa'ihimsekutu-sekutu mereka
- سَاءَsaa'aseburuk-buruk
- مَاmaaapa yang
- يَحْكُمُونَyahkumuunamereka memutuskan
Inti bacaan
Skema pembagian yang tampak adil di permukaan ('ini untuk Allah, ini untuk berhala-berhala') ternyata dicurangi dalam pelaksanaannya, bagian berhala dijaga utuh sementara bagian yang katanya untuk Allah malah 'mengalir' ke berhala juga. Konkretnya: waspadai skema pembagian/komitmen yang tampak adil di atas kertas tapi dalam praktiknya diam-diam dicurangi menguntungkan satu pihak, memeriksa pelaksanaan nyata, bukan hanya niat yang diucapkan, adalah cara mengungkap kecurangan yang tersembunyi di balik formalitas yang tampak benar.
Tafsiran
Ayat ini mengecam praktik pembagian hasil bumi antara Allah dan sekutu-sekutu buatan mereka sendiri: sebuah pembagian yang timpang karena bagian yang mereka peruntukkan bagi sekutu-sekutu tidak pernah benar-benar sampai kepada Allah, sementara bagian yang mereka anggap untuk Allah justru mengalir kepada sekutu-sekutu mereka. Ketetapan seperti itu sungguh buruk.
Renungan dan Hikmah
- Mereka membagi 'dari apa yang Dia ciptakan'. Yang dipotong-potong untuk dibagikan kepada Allah dan kepada sekutu-sekutu itu seluruhnya sudah milik Allah sebelum dibagi. Kemurahan hati yang membagikan barang orang lain memang tak pernah menjadi kemurahan hati.
- Allah menyisipkan tiga kata sebelum mengutip ucapan mereka: 'menurut persangkaan mereka'. Pembagian itu sudah ditandai sebagai dugaan sebelum isinya disebut. Sebagian besar aturan yang orang jalankan dengan sungguh-sungguh berdiri di atas dugaan yang tak pernah diperiksa asalnya.
- Bagian yang mereka peruntukkan bagi sekutu tidak pernah sampai kepada Allah, sedangkan bagian-Nya bisa mengalir ke sana. Kebocorannya cuma satu arah. Pembagian yang tampak adil di atas kertas biasanya baru menunjukkan wataknya pada hari ada yang kurang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).