وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan mereka menyediakan bagi Allah dari apa yang Dia ciptakan, yaitu tanaman dan hewan ternak, suatu bagian, lalu mereka berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah, dan ini untuk sekutu-sekutu kami.” Maka apa yang menjadi bagian sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah, sedangkan apa yang menjadi bagian Allah, itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka. Buruklah apa yang mereka tetapkan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَاwa-ja'aluu lillaahi mimmaa dzara'a mina l-hartsi wa-l-an'aami nasiiban fa-qaaluu haadzaa lillaahi biza'mihim wa-haadzaa li-shurakaa'inaadan mereka menyediakan bagi Allah dari apa yang Dia ciptakan, yaitu tanaman dan hewan ternak, suatu bagian, lalu mereka berkata menurut persangkaan mereka, ini untuk Allah, dan ini untuk sekutu-sekutu kami
  2. فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِfa-maa kaana li-shurakaa'ihim falaa yasilu ilaa llaahimaka apa yang menjadi bagian sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah
  3. وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْwa-maa kaana lillaahi fa-huwa yasilu ilaa shurakaa'ihimsedangkan apa yang menjadi bagian Allah, itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka
  4. سَاءَ مَا يَحْكُمُونَsaa'a maa yahkumuunaburuklah apa yang mereka tetapkan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).

Aplikasi

Skema pembagian yang tampak adil di permukaan ('ini untuk Allah, ini untuk berhala-berhala') ternyata dicurangi dalam pelaksanaannya, bagian berhala dijaga utuh sementara bagian yang katanya untuk Allah malah 'mengalir' ke berhala juga. Konkretnya: waspadai skema pembagian/komitmen yang tampak adil di atas kertas tapi dalam praktiknya diam-diam dicurangi menguntungkan satu pihak, memeriksa pelaksanaan nyata, bukan hanya niat yang diucapkan, adalah cara mengungkap kecurangan yang tersembunyi di balik formalitas yang tampak benar.