وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا ۖ وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Dan mereka berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk yang jantan dari kami dan diharamkan atas istri-istri kami.” Dan jika ia mati, maka mereka semua turut serta di dalamnya. Kelak Dia akan membalas mereka atas penyifatan mereka. Sesungguhnya Dia penuh hikmah lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَاwa-qaaluu maa fii buthuuni haadzihi l-an'aami khaalishatun li-dzukuurinaa wa-muharramun 'alaa azwaajinaadan mereka berkata, apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk yang jantan dari kami dan diharamkan atas istri-istri kami
  2. وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُwa-in yakun maytatan fahum fiihi syurakaa'udan jika ia mati, maka mereka semua turut serta di dalamnya
  3. سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْsa-yajziihim washfahumkelak Dia akan membalas mereka atas penyifatan mereka
  4. إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌinnahu hakiimun 'aliimunsesungguhnya Dia penuh hikmah lagi berilmu

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. مَاmaaapa yang
  3. فِيfiidalam
  4. بُطُونِbuthuuniperut
  5. هَٰذِهِhaadzihiini
  6. الْأَنْعَامِl-an'aamibinatang ternak
  7. خَالِصَةٌkhaalishatunkhusus
  8. لِذُكُورِنَاli-dzukuurinaabagi laki-laki kami
  9. وَمُحَرَّمٌwa-muharramundan diharamkan
  10. عَلَىٰ'alaaatas
  11. أَزْوَاجِنَاazwaajinaaistri-istri kami
  12. وَإِنْwa-indan jika
  13. يَكُنْyakunia menjadi
  14. مَيْتَةًmaytatanbangkai
  15. فَهُمْfa-hummaka mereka
  16. فِيهِfiihidi dalamnya
  17. شُرَكَاءُsyurakaa'usekutu-sekutu
  18. سَيَجْزِيهِمْsa-yajziihimDia akan membalas mereka
  19. وَصْفَهُمْwashfahumsifat mereka
  20. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  21. حَكِيمٌhakiimunbijaksana
  22. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Aturan berbasis gender yang dibuat-buat ('khusus untuk laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami') tanpa dasar dinyatakan akan 'dibalas ketetapan mereka', pembatasan akses yang direkayasa demi kepentingan satu kelompok atas kelompok lain. Konkretnya: aturan yang membedakan akses/hak berdasarkan kelompok tanpa dasar yang jelas dan sahih layak dipertanyakan secara kritis, bukan diterima begitu saja karena sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, kebiasaan lama tidak otomatis berarti sah.

Tafsiran

Ayat ini mengecam aturan tambahan yang mereka ada-adakan mengenai kandungan ternak: dikhususkan bagi laki-laki namun diharamkan bagi perempuan kecuali jika lahir mati, semua ini akan dibalas sesuai penyifatan sesat yang mereka lekatkan pada ketentuan Allah, sementara Dia sendiri penuh hikmah dan pengetahuan.

Renungan dan Hikmah

  • Aturan yang mereka buat menguntungkan satu pihak dan menutup pihak lain, dan pembuatnya pihak yang diuntungkan. Allah merekam susunan itu apa adanya. Sebuah ketentuan yang kebetulan selalu berpihak pada penyusunnya jarang benar-benar datang dari luar dirinya.
  • Pengecualiannya berlaku ketika yang di dalam kandungan itu lahir mati; barulah semua boleh turut serta. Yang dibagi rata justru yang sudah tak bernilai. Pembagian yang adil hanya muncul pada bagian yang tak seorang pun benar-benar menginginkannya.
  • Yang disebut Allah akan dibalas penyifatan mereka, bukan perbuatannya. Yang dipertanggungjawabkan cara mereka menamai sesuatu. Menempelkan nama ketentuan ilahi pada aturan buatan sendiri ternyata dihitung sebagai perbuatan tersendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).