وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا ۖ وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Dan mereka berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk yang jantan dari kami dan diharamkan atas istri-istri kami.” Dan jika ia mati, maka mereka semua turut serta di dalamnya. Kelak Dia akan membalas mereka atas penyifatan mereka. Sesungguhnya Dia penuh hikmah lagi berilmu.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَاwa-qaaluu maa fii butuuni haadzihi l-an'aami khaalisatun li-dzukuurinaa wa-muharramun alaa azwaajinaadan mereka berkata, apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk yang jantan dari kami dan diharamkan atas istri-istri kami
- وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُwa-in yakun maytatan fahum fiihi shurakaa'udan jika ia mati, maka mereka semua turut serta di dalamnya
- سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْsa-yajziihim wasfahumkelak Dia akan membalas mereka atas penyifatan mereka
- إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌinnahu hakiimun aliimunsesungguhnya Dia penuh hikmah lagi berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).
Aplikasi
Aturan berbasis gender yang dibuat-buat ('khusus untuk laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami') tanpa dasar dinyatakan akan 'dibalas ketetapan mereka', pembatasan akses yang direkayasa demi kepentingan satu kelompok atas kelompok lain. Konkretnya: aturan yang membedakan akses/hak berdasarkan kelompok tanpa dasar yang jelas dan sahih layak dipertanyakan secara kritis, bukan diterima begitu saja karena sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, kebiasaan lama tidak otomatis berarti sah.