قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Sungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka, sebagai kedustaan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِqad khasira lladziina qataluu awlaadahum safahan bi-ghayri 'ilmin wa-harramuu maa razaqahumu llaahu iftiraa'an 'alaa llaahisungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka, sebagai kedustaan terhadap Allah
- قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَqad dhalluu wa-maa kaanuu muhtadiinasungguh mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk
Terjemahan per kata (20 kata)
- قَدْqadsungguh
- خَسِرَkhasiramerugi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- قَتَلُواqataluumereka membunuh
- أَوْلَادَهُمْawlaadahumanak-anak mereka
- سَفَهًاsafahankarena kebodohan
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- وَحَرَّمُواwa-harramuudan mereka mengharamkan
- مَاmaaapa yang
- رَزَقَهُمُrazaqahumumemberi mereka rezeki
- اللَّهُllaahuAllah
- افْتِرَاءًiftiraa'ankebohongan
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- قَدْqadsungguh
- ضَلُّواdhalluumereka sesat
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانُواkaanuumereka adalah
- مُهْتَدِينَmuhtadiinaorang-orang yang mendapat petunjuk
Inti bacaan
Kerugian besar (khasar) dikaitkan pada dua tindakan sekaligus, membunuh anak dan mengharamkan rezeki, keduanya disebabkan hal yang sama: 'tanpa pengetahuan' dan 'mengada-adakan kebohongan'. Konkretnya: keputusan besar dan merusak yang diambil tanpa dasar pengetahuan yang memadai, hanya berdasarkan tradisi/sangkaan, punya risiko kerugian yang setara seriusnya, memeriksa dasar sebelum bertindak besar adalah kebiasaan yang menyelamatkan dari kerugian semacam ini.
Tafsiran
Ayat ini mengulangi kecaman terhadap dua kejahatan sekaligus: membunuh anak karena kebodohan dan mengharamkan rezeki Allah atas dasar kedustaan, kerugian yang berujung pada kesesatan tanpa petunjuk.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut membunuh anak dan mengharamkan rezeki dalam satu kalimat. Dua-duanya. Menolak pemberian dan menghabisi yang diberi disebut sebagai satu jenis kerugian.
- Sebabnya disebut kebodohan tanpa pengetahuan. Dua kata yang searah. Perbuatan seberat itu diterangkan bukan sebagai kejahatan, melainkan sebagai ketiadaan keterangan.
- Allah menyebut pengharaman itu kedustaan terhadap-Nya. Yang dipersoalkan penyandarannya. Membuat aturan atas nama-Nya disebut sebagai berdusta, bukan sekadar keliru.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).