ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۖ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Delapan ekor yang berpasangan: sepasang dari domba dan sepasang dari kambing. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Beri tahukanlah kepadaku berdasarkan ilmu jika kalian termasuk orang-orang yang benar.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍtsamaaniyata azwaajindelapan ekor yang berpasangan
  2. مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِmina d-da'ni tsnayni wa-mina l-ma'zi tsnaynisepasang dari domba dan sepasang dari kambing
  3. قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِqul aa-dz-dzakarayni harrama ami l-untsayayni ammaa shtamalat alayhi arhaamu l-untsayaynikatakanlah, apakah yang Dia haramkan itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya
  4. نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَnabbi'uunii bi'ilmin in kuntum saadiqiinaberi tahukanlah kepadaku berdasarkan ilmu jika kalian termasuk orang-orang yang benar
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Apakah” diterjemahkan “"Apakah”; “Terangkanlah” diterjemahkan “Beri tahukanlah”; “pengetahuan” diterjemahkan “ilmu”; “kamu orang” diterjemahkan “kalian termasuk orang-orang”; “benar.”” diterjemahkan “benar."”. sebagian penerjemah: '“Eight pairs: of sheep two and of goats two––”1 Say thou: “Is it the two males He has forbidden or the two females? If2 what the wombs of the two females contain:3 inform me with knowledge, if you be truthful.”4' Corpus ayat ini: «>aroHaAmu, tanpa-al». arhaam diterjemahkan 'rahim', jangkar konkret akar (organ pemberi penghidupan; KBBI rahim¹='kandungan' & rahim²='bersifat belas kasihan': Indonesia meminjam KEDUA sisi akar).

Aplikasi

Tantangan langsung 'beri tahukanlah kepadaku berdasarkan ilmu jika kalian orang-orang yang benar' menuntut dasar konkret di balik aturan pembatasan yang mereka klaim, bukan sekadar kebiasaan turun-temurun. Konkretnya: saat seseorang mengklaim sebuah pembatasan/aturan berasal dari otoritas tinggi, wajar dan sah untuk menuntut dasar konkretnya secara spesifik, permintaan bukti ini bukan tanda tidak sopan, melainkan kedisiplinan berpikir yang dicontohkan langsung di sini.