وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Dan atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua yang berkuku. Dan dari sapi dan domba, Kami mengharamkan atas mereka lemak keduanya, kecuali yang melekat di punggung keduanya, atau yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami membalas mereka karena kedurhakaan mereka, dan sesungguhnya Kami sungguh-sungguh benar.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍwa-'alaa lladziina haaduu harramnaa kulla dzii zhufurindan atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua yang berkuku
  2. وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍwa-mina l-baqari wa-l-ghanami harramnaa 'alayhim syuhuumahumaa illaa maa hamalat zhuhuuruhumaa awi l-hawaayaa aw maa khtalatha bi-'azhmindan dari sapi dan domba Kami mengharamkan atas mereka lemak keduanya, kecuali yang melekat di punggung keduanya, atau yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang
  3. ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْdzaalika jazaynaahum bi-baghyihimdemikianlah Kami membalas mereka karena kedurhakaan mereka
  4. وَإِنَّا لَصَادِقُونَwa-innaa la-shaadiquunadan sesungguhnya Kami sungguh-sungguh benar

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. وَعَلَىwa-'alaadan atas
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. هَادُواhaaduumenjadi Yahudi
  4. حَرَّمْنَاharramnaaKami mengharamkan
  5. كُلَّkullasetiap
  6. ذِيdziipemilik
  7. ظُفُرٍzhufurinberkuku
  8. وَمِنَwa-minadan dari
  9. الْبَقَرِl-baqarisapi
  10. وَالْغَنَمِwa-l-ghanamidan kambing
  11. حَرَّمْنَاharramnaaKami mengharamkan
  12. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  13. شُحُومَهُمَاsyuhuumahumaalemak keduanya
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. مَاmaaapa yang
  16. حَمَلَتْhamalatia mengandung
  17. ظُهُورُهُمَاzhuhuuruhumaapunggung keduanya
  18. أَوِawiatau
  19. الْحَوَايَاl-hawaayaausus
  20. أَوْawatau
  21. مَاmaaapa yang
  22. اخْتَلَطَkhtalathabercampur
  23. بِعَظْمٍbi-'azhmindengan tulang
  24. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  25. جَزَيْنَاهُمْjazaynaahumKami membalas mereka
  26. بِبَغْيِهِمْbi-baghyihimkarena kezaliman mereka
  27. وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya Kami
  28. لَصَادِقُونَla-shaadiquunabenar-benar orang-orang yang benar

Inti bacaan

Larangan spesifik bagi orang Yahudi dijelaskan punya sebab historis-relasional tertentu ('Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya'), bukan aturan universal yang berlaku sama untuk semua kelompok di semua waktu. Konkretnya: memahami bahwa sebuah aturan/konsekuensi bisa punya konteks historis spesifik yang melekat padanya membantu menghindari generalisasi keliru, aturan yang berlaku untuk satu konteks tertentu tidak otomatis bisa diterapkan mentah-mentah ke konteks yang berbeda tanpa memahami dasarnya.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan pembatasan makanan khusus yang dikenakan atas kaum Yahudi sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, bukan hukum universal, melainkan konsekuensi spesifik historis, dan Allah menegaskan kebenaran ketetapan ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pengharaman itu sebagai balasan atas kezaliman mereka, bukan sebagai sifat makanannya. Sebabnya di luar barangnya. Sebagian aturan lahir dari riwayat, bukan dari zat yang diatur.
  • Allah merinci tiga kekecualian: yang melekat di punggung, yang di isi perut, yang bercampur tulang. Larangannya diberi batas sedetail itu. Ketetapan yang menyebutkan sendiri kekecualiannya tidak dimaksudkan untuk menyempit sendiri.
  • Allah menutup dengan menegaskan Dia benar dalam hal itu. Penegasan ditambahkan sesudah sebabnya diterangkan. Keterangan yang lengkap masih ditutup dengan jaminan, sebab yang dihadapi keberatan lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.