قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ ۖ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ

Katakanlah, “Maka milik Allah hujah yang telak; sekiranya Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kepada kalian semua.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُqul fa-li-llaahi l-hujjatu l-baalighatukatakanlah, maka milik Allah hujah yang telak
  2. فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَfa-law syaa'a la-hadaakum ajma'iinasekiranya Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kepada kalian semua

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. فَلِلَّهِfa-li-llaahimaka milik Allah
  3. الْحُجَّةُl-hujjatuhujah
  4. الْبَالِغَةُl-baalighatuyang sempurna
  5. فَلَوْfa-lawmaka sekiranya
  6. شَاءَsyaa'amenghendaki
  7. لَهَدَاكُمْla-hadaakumsungguh Dia akan memberi kalian petunjuk
  8. أَجْمَعِينَajma'iinaseluruhnya

Inti bacaan

'Milik Allah hujah yang telak (mencapai sasaran)' ditegaskan meski secara hipotetis Dia bisa saja memberi petunjuk kepada semua orang, dua hal ini (argumen yang kokoh dan kebebasan menerima/menolak) berjalan bersamaan, bukan saling meniadakan. Konkretnya: menyampaikan argumen yang benar-benar kokoh dan meyakinkan, bukan sekadar memaksakan kepatuhan, menghormati kapasitas orang lain untuk benar-benar memahami dan memilih, persuasi lewat kekuatan argumen lebih tahan lama daripada pemaksaan.

Penjelasan pilihan kata

Kutip 'qul' dikonfirmasi morfologi.

Tafsiran

Ayat ini menutup dengan menegaskan bahwa hujah yang telak sepenuhnya milik Allah, dan sekiranya Dia berkehendak, seluruh manusia dapat memperoleh petunjuk, namun itu tetap dalam bingkai kehendak-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut hujah yang telak itu milik-Nya. Bukan milik kedua pihak yang berdebat. Alasan yang benar-benar memutus perkara tidak dipegang oleh yang sedang berbantah.
  • Allah menyebut seandainya Dia menghendaki, Dia beri petunjuk kepada semua. Kemampuannya diakui. Alasan mereka bahwa kesesatan itu kehendak-Nya dijawab dengan membenarkan premisnya dan menolak simpulannya.
  • Allah menutup perdebatan panjang tentang takdir itu dengan satu kalimat. Tidak ada uraian. Sebagian perkara memang tidak diselesaikan dengan menambah keterangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-l-h, h-j-j, b-l-gh, sh-y-a, h-d-y, j-m-'): al-hujjah al-baalighah diterjemahkan 'hujah yang telak (mencapai sasaran)', akar h-j-j (hujah/argumen) + akar b-l-gh (baaligh=sampai/menembus; sekeluarga makna dengan burhaan/bayyinah); hadaa diterjemahkan 'memberi petunjuk' (HDY). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.