وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan janganlah kalian mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik, hingga ia mencapai kedewasaannya. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani suatu jiwa kecuali menurut kesanggupannya. Dan apabila kalian berbicara, berlakulah adil sekalipun terhadap kerabat. Dan penuhilah janji Allah. Demikian itu Dia wasiatkan kepada kalian, agar kalian mengingat.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُwa-laa taqrabuu maala l-yatiimi illaa bi-llatii hiya ahsanu hattaa yablugha asyuddahudan janganlah kalian mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik, hingga ia mencapai kedewasaannya
  2. وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِwa-awfuu l-kayla wa-l-miizaana bi-l-qisthidan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil
  3. لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَاlaa nukallifu nafsan illaa wus'ahaaKami tidak membebani suatu jiwa kecuali menurut kesanggupannya
  4. وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰwa-idzaa qultum fa-'diluu wa-law kaana dzaa qurbaadan apabila kalian berbicara, berlakulah adil sekalipun terhadap kerabat
  5. وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُواwa-bi-'ahdi llaahi awfuudan penuhilah janji Allah
  6. ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَdzaalikum washshaakum bihi la'allakum tadzakkaruunademikian itu Dia wasiatkan kepada kalian agar kalian mengingat

Terjemahan per kata (35 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَقْرَبُواtaqrabuukalian mendekati
  3. مَالَmaalaharta
  4. الْيَتِيمِl-yatiimianak yatim
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. بِالَّتِيbi-llatiidengan yang
  7. هِيَhiyaia
  8. أَحْسَنُahsanulebih baik
  9. حَتَّىٰhattaasampai
  10. يَبْلُغَyablughamencapai
  11. أَشُدَّهُasyuddahukedewasaannya
  12. وَأَوْفُواwa-awfuudan penuhilah
  13. الْكَيْلَl-kaylatakaran
  14. وَالْمِيزَانَwa-l-miizaanadan timbangan
  15. بِالْقِسْطِbi-l-qisthidengan keadilan
  16. لَاlaatidak
  17. نُكَلِّفُnukallifuKami membebani
  18. نَفْسًاnafsanjiwa
  19. إِلَّاillaakecuali
  20. وُسْعَهَاwus'ahaakesanggupannya
  21. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  22. قُلْتُمْqultumkalian berkata
  23. فَاعْدِلُواfa-'diluumaka berlaku adillah kalian
  24. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  25. كَانَkaanaadalah
  26. ذَاdzaayang
  27. قُرْبَىٰqurbaakerabat
  28. وَبِعَهْدِwa-bi-'ahdidan janji
  29. اللَّهِllaahiAllah
  30. أَوْفُواawfuupenuhilah kalian
  31. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  32. وَصَّاكُمْwashshaakumDia mewasiatkan kepada kalian
  33. بِهِbihidengannya
  34. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  35. تَذَكَّرُونَtadzakkaruunakalian mengambil pelajaran

Inti bacaan

Rangkaian kedua (jaga harta anak yatim dengan cara terbaik, sempurnakan takaran-timbangan dengan adil, tidak ada beban melebihi kesanggupan, berlaku adil dalam ucapan sekalipun kepada kerabat sendiri, penuhi janji) ditutup 'agar kalian ingat (dzikir)', daftar ini diajukan sebagai hal yang perlu terus diingat, mengisyaratkan kecenderungan alami untuk lupa/mengabaikannya. Konkretnya: keadilan dalam ucapan bahkan terhadap kerabat sendiri adalah standar yang secara khusus sulit dijaga karena bias alami membela orang dekat, kesadaran akan kecenderungan ini dan usaha aktif mengingatnya kembali adalah bagian dari menjaga keadilan yang konsisten.

Penjelasan pilihan kata

Kelanjutan langsung kutipan panjang dr 6:151 (lih. penjelasan 6:151): Tidak ada tanda kutip baru dibuka di sini, wacana kontinu blm ditutup. 'Allah' pd 'janji Allah' dipertahankan eksplisit: morfologi mengonfirmasi token nomina 'Allah' benar2 ada di posisi tsb. 'Dia' pd 'Dia wasiatkan' dipertahankan kata ganti polos: morfologi mengonfirmasi 'wassaakum' 3MS tanpa nomina eksplisit di posisi tsb (bandingkan ketat per-posisi).

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar wasiat dengan larangan mendekati harta anak yatim secara tidak patut, perintah menyempurnakan takaran dan timbangan, prinsip bahwa beban hanya sebatas kesanggupan, keharusan bersikap adil bahkan terhadap kerabat sendiri, dan penunaian janji kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Larangannya bukan 'jangan mengambil' melainkan 'janganlah kalian mendekati harta anak yatim'. Allah menarik garisnya jauh sebelum perbuatan yang sesungguhnya dilarang, di tempat orang belum merasa sedang melakukan apa-apa. Yang dijaga bukan hanya tangan, melainkan langkah-langkah kecil yang membuat tangan akhirnya bergerak.
  • Di antara perintah menyempurnakan takaran dan perintah berlaku adil, disisipkan satu kalimat yang nadanya berbeda sama sekali: 'Kami tidak membebani suatu jiwa kecuali menurut kesanggupannya'. Allah menuntut ketepatan dan menyebut batasnya dalam satu tarikan napas. Yang diminta kesungguhan sampai batas kesanggupan, bukan kesempurnaan yang mustahil lalu dipakai sebagai alasan untuk tidak mencoba.
  • Perintah berlaku adil di ayat ini langsung disertai kasus tersulitnya: 'sekalipun terhadap kerabat'. Tidak ada gunanya menguji keadilan pada orang yang tak kaupedulikan. Ia baru berarti di tempat ada sesuatu yang harus kaubayar untuk menegakkannya, dan di situlah ayat ini meletakkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-r-b, m-w-l, y-t-m, h-s-n, b-l-gh, sh-d-d, w-f-y, k-y-l, w-z-n, q-s-t, k-l-f, n-f-s, w-s-', q-w-l, '-d-l, k-w-n, '-h-d, a-l-h, w-s-y, dz-k-r): awfuu l-kayl wa l-miizaan bi-l-qist diterjemahkan 'sempurnakan takaran dan timbangan dengan adil', akar w-z-n (miizaan, putaran 125) + akar w-f-y + akar q-s-t (qist=adil); wus' diterjemahkan 'kesanggupan' (akar w-s-'); wassaa diterjemahkan 'mewasiatkan' (akar w-s-y). gloss '(menggunakan)/(usia)/(-mu)' dibuang.