وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain, karena akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Demikian itu Dia wasiatkan kepada kalian, agar kalian bertakwa.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُwa-anna haadzaa shiraathii mustaqiiman fa-ttabi'uuhudan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia
- وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِwa-laa tattabi'uu s-subula fa-tafarraqa bikum 'an sabiilihidan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain, karena akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya
- ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَdzaalikum washshaakum bihi la'allakum tattaquunademikian itu Dia wasiatkan kepada kalian agar kalian bertakwa
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- هَٰذَاhaadzaaini
- صِرَاطِيshiraathiijalan-Ku
- مُسْتَقِيمًاmustaqiimanyang lurus
- فَاتَّبِعُوهُfa-ttabi'uuhumaka ikutilah ia
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَتَّبِعُواtattabi'uukalian mengikuti
- السُّبُلَs-subulajalan-jalan
- فَتَفَرَّقَfa-tafarraqamaka mencerai-beraikan
- بِكُمْbikumkepada kalian
- عَنْ'andari
- سَبِيلِهِsabiilihijalan-Nya
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- وَصَّاكُمْwashshaakumDia mewasiatkan kepada kalian
- بِهِbihidengannya
- لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
- تَتَّقُونَtattaquunabertakwa
Inti bacaan
Penutup rangkaian: 'inilah jalan-Ku yang lurus, ikutilah; janganlah mengikuti jalan-jalan lain karena akan mencerai-beraikan kalian' ditutup 'agar kalian bertakwa', kesatuan jalan (bukan banyak jalan bersaingan) dikaitkan langsung dengan menjaga persatuan/tidak tercerai-berai. Konkretnya: mengejar terlalu banyak sistem nilai atau prioritas yang berbeda-beda dan saling bersaing dalam hidup cenderung memecah fokus dan energi, memilih satu kerangka nilai yang koheren untuk diikuti secara konsisten mencegah kebingungan dan perpecahan arah yang melelahkan.
Penjelasan pilihan kata
Kelanjutan langsung & penutup kutipan panjang dr 6:151-152 (lih. penjelasan 6:151): tanda kutip penutup diletakkan di akhir ayat ini. Demonstratif 'haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'inilah'. Pergeseran kata ganti 'jalan-Ku' (1S, siraatii) ke 'jalan-Nya' (3MS, sabiilihi) dlm 1 ayat yg sama dikonfirmasi morfologi tepat sesuai posisi masing2: pola iltifat lazim, dipertahankan apa adanya tanpa diseragamkan paksa.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian wasiat dengan penegasan bahwa jalan yang telah dijabarkan adalah jalan Allah yang lurus, wajib diikuti tanpa tercerai-berai mengikuti jalan-jalan lain: seluruh wasiat ini disampaikan agar mereka bertakwa.
Renungan dan Hikmah
- Bahaya dari jalan-jalan lain tidak disebut sebagai kesesatan pribadi, melainkan 'akan mencerai-beraikan kalian'. Yang rusak lebih dulu kebersamaannya. Menempuh jalan sendiri biasanya terasa sebagai urusan pribadi yang tak merugikan siapa-siapa, dan Allah menaruh ongkosnya justru pada orang banyak.
- Dalam satu ayat, Allah menyebutnya 'jalan-Ku' lalu 'jalan-Nya'. Perpindahan sudut itu dibiarkan apa adanya di terjemahan ini, tidak diseragamkan. Yang berbicara sama, jaraknya yang berubah: sebentar sangat dekat menyapa langsung, sebentar berdiri agak jauh seperti sedang diceritakan. Kedua jarak itu benar tentang Dia pada saat yang sama.
- Rangkaian panjang wasiat yang dimulai jauh sebelumnya ditutup dengan satu tujuan: 'agar kalian bertakwa'. Bukan agar kalian tertib, bukan agar kalian selamat dari hukuman. Semua aturan itu ternyata alat untuk satu keadaan batin, dan keadaan itu tak bisa diperintahkan langsung, cuma bisa ditumbuhkan lewat hal-hal yang bisa dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-r-t, q-w-m, t-b-', s-b-l, f-r-q, w-s-y, w-q-y): subul diterjemahkan 'jalan-jalan'; tafarraqa diterjemahkan 'mencerai-beraikan' (akar f-r-q); wassaa diterjemahkan 'mewasiatkan' (akar w-s-y). gloss '(yang lain)' dibuang.