قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku ke jalan yang lurus, pertanggungjawaban yang lurus, millah Ibrahim yang hanif, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًاqul innanii hadaanii rabbii ilaa shiraathin mustaqiimin diinan qiyaman millata ibraahiima haniifankatakanlah, sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku ke jalan yang lurus, pertanggungjawaban yang lurus, millah Ibrahim yang hanif
  2. وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَwa-maa kaana mina l-musyrikiinadan dia tidak termasuk orang-orang musyrik

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنَّنِيinnaniisesungguhnya aku
  3. هَدَانِيhadaaniimemberiku petunjuk
  4. رَبِّيrabbiiTuhanku
  5. إِلَىٰilaake
  6. صِرَاطٍshiraathinjalan
  7. مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus
  8. دِينًاdiinanagama
  9. قِيَمًاqiyamanyang lurus
  10. مِلَّةَmillataagama
  11. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  12. حَنِيفًاhaniifanyang lurus
  13. وَمَاwa-maadan tidaklah
  14. كَانَkaanaadalah
  15. مِنَminadari
  16. الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik

Inti bacaan

Nabi menyebut jalannya sebagai kelanjutan langsung dari 'millah Ibrahim yang lurus', orientasi hidup yang sama, hasil pencarian Ibrahim yang panjang (6:74-79), diwariskan dan dilanjutkan lintas generasi. Konkretnya: menyadari bahwa prinsip hidup yang dipegang seseorang sering merupakan kelanjutan dari pencarian panjang orang-orang sebelumnya (bukan penemuan yang berdiri sendiri) memberi rasa kesinambungan dan kerendahan hati, nilai yang dipegang hari ini adalah bagian dari rantai panjang, bukan sekadar preferensi pribadi yang terisolasi.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa jalan yang ditempuh adalah bimbingan langsung Tuhan menuju jalan yang lurus, mengikuti millah Ibrahim yang hanif: jalan yang sama sekali jauh dari kemusyrikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh mengatakan Tuhanku telah membimbingku. Bukan aku menemukan. Jalan yang ditempuh disebut sebagai pemberian, bukan sebagai hasil pencarian.
  • Allah menyebutnya jalan yang lurus, pertanggungjawaban yang lurus, dan millah Ibrahim. Tiga nama untuk satu hal. Yang lama dan yang sekarang disebut sebagai barang yang sama.
  • Allah menutup dengan menegaskan Ibrahim tidak termasuk orang musyrik. Penegasan itu perlu karena banyak pihak mengaku mewarisinya. Nama yang diperebutkan diberi keterangan supaya tak bisa dipakai sembarangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. ' akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).