قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, ibadah kurbanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seisi alam,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَqul inna salaatii wa-nusukii wa-mahyaaya wa-mamaatii lillaahi rabbi l-aalamiinakatakanlah, sesungguhnya salatku, ibadah kurbanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seisi alam
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan …”. sebagian penerjemah: 'Say thou: “My duty1 and my penance and my living and my dying are for God, the Lord of All Creation.' Corpus ayat ini: «SalaAti, tanpa-al». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').

Aplikasi

'Salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah' menyatukan ranah yang sering dipisahkan (ritual, aktivitas hidup sehari-hari, bahkan kematian) di bawah satu orientasi yang sama. Konkretnya: menghindari kompartementalisasi hidup menjadi 'zona spiritual' terpisah dari 'zona sehari-hari', menjaga satu orientasi nilai yang konsisten di semua aspek kehidupan (bekerja, beristirahat, berinteraksi) daripada hanya menerapkannya di momen-momen ritual formal, adalah keutuhan yang dicontohkan di sini.