لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan demikian aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَا شَرِيكَ لَهُlaa shariika lahutidak ada sekutu bagi-Nya
  2. وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَwa-bidzaalika umirtu wa-anaa awwalu l-muslimiinadan dengan demikian aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama berserah diri
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: '“He has no partner, and that have I been commanded; and I am the first of those submitting.”' Akar akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu; lih. C1).

Aplikasi

'Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang yang berserah diri', Nabi memposisikan diri sebagai TELADAN PERTAMA, bukan sekadar penyeru yang menuntut orang lain berubah tanpa memulai dari diri sendiri. Konkretnya: mengajak orang lain pada suatu nilai jauh lebih meyakinkan ketika penyerunya sendiri sudah menjalankannya lebih dulu dan paling konsisten, memimpin dengan teladan, bukan hanya instruksi, adalah pendekatan yang dicontohkan secara eksplisit di sini.