لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan demikian aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَا شَرِيكَ لَهُlaa syariika lahutidak ada sekutu bagi-Nya
  2. وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَwa-bi-dzaalika umirtu wa-anaa awwalu l-muslimiinadan dengan demikian aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama berserah diri

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لَاlaatidak ada
  2. شَرِيكَsyariikasekutu
  3. لَهُlahubaginya
  4. وَبِذَٰلِكَwa-bi-dzaalikadan dengan itu
  5. أُمِرْتُumirtuaku diperintahkan
  6. وَأَنَاwa-anaadan aku
  7. أَوَّلُawwalupertama
  8. الْمُسْلِمِينَl-muslimiinaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

'Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang yang berserah diri', Nabi memposisikan diri sebagai teladan pertama, bukan sekadar penyeru yang menuntut orang lain berubah tanpa memulai dari diri sendiri. Konkretnya: mengajak orang lain pada suatu nilai jauh lebih meyakinkan ketika penyerunya sendiri sudah menjalankannya lebih dulu dan paling konsisten, memimpin dengan teladan, bukan hanya instruksi, adalah pendekatan yang dicontohkan secara eksplisit di sini.

Tafsiran

Ayat ini menutup pernyataan tauhid mutlak: tiada sekutu bagi Allah, dan penyerahan total inilah yang diperintahkan, menjadikan diri sebagai yang pertama berserah diri kepada-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menyatakan tak ada sekutu bagi-Nya. Sesudah menyerahkan salat, kurban, hidup, dan mati. Penyerahan itu diberi keterangan tentang kepada siapa ia utuh.
  • Allah merekam ia menyebut dengan demikian ia diperintahkan. Bukan pilihannya. Yang dinyatakan bukan pendirian pribadi, melainkan tugas yang diterima.
  • Ia menyebut dirinya yang pertama berserah diri. Di barisan paling depan. Yang menyeru menempatkan diri sebagai yang paling dahulu menjalankan, bukan yang paling berhak menyuruh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.