قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Katakanlah, “Apakah aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan segala sesuatu? Dan tidaklah setiap jiwa mengusahakan sesuatu kecuali atas dirinya sendiri. Dan seorang pemikul dosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhan kalian tempat kembali kalian, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍqul a-ghayra llaahi abghii rabban wa-huwa rabbu kulli syay'inkatakanlah, apakah aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan segala sesuatu
- وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَاwa-laa taksibu kullu nafsin illaa 'alayhaadan tidaklah setiap jiwa mengusahakan sesuatu kecuali atas dirinya sendiri
- وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰwa-laa taziru waaziratun wizra ukhraadan seorang pemikul dosa tidak memikul dosa orang lain
- ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَtsumma ilaa rabbikum marji'ukum fa-yunabbi'ukum bi-maa kuntum fiihi takhtalifuunakemudian kepada Tuhan kalian tempat kembali kalian, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan
Terjemahan per kata (29 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَغَيْرَa-ghayraapakah selain
- اللَّهِllaahiAllah
- أَبْغِيabghiiaku mencari
- رَبًّاrabbanTuhan
- وَهُوَwa-huwapadahal Dia
- رَبُّrabbuTuhan
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَكْسِبُtaksibuusahakan
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- إِلَّاillaakecuali
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَزِرُtazirumemikul
- وَازِرَةٌwaaziratunyang memikul
- وِزْرَwizrabeban
- أُخْرَىٰukhraayang lain
- ثُمَّtsummakemudian
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
- مَرْجِعُكُمْmarji'ukumtempat kembali kalian
- فَيُنَبِّئُكُمْfa-yunabbi'ukummaka Dia memberitakan kepada kalian
- بِمَاbi-maapada apa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- فِيهِfiihidi dalamnya
- تَخْتَلِفُونَtakhtalifuunakalian berselisih
Inti bacaan
Prinsip tegas: 'tidaklah setiap jiwa mengusahakan dosa kecuali atas dirinya sendiri; seorang pemikul tidak memikul beban orang lain', tidak ada transfer beban moral, baik dosa maupun pahala, antar-individu. Konkretnya: tanggung jawab atas pilihan dan tindakan seseorang sepenuhnya melekat pada diri sendiri, tidak bisa dialihkan ke orang lain (menyalahkan orang tua, lingkungan, atau nasib sepenuhnya) maupun ditumpangi oleh orang lain (mengandalkan jasa baik orang lain untuk menutupi kesalahan sendiri), akuntabilitas personal ini adalah fondasi yang tidak bisa dinegosiasikan.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian pernyataan tauhid dengan pertanyaan retoris tentang kemustahilan mencari tuhan selain Allah, sekaligus menegaskan prinsip tanggung jawab individual: setiap jiwa hanya menanggung akibat perbuatannya sendiri, dan pada akhirnya semua akan kembali kepada Tuhan untuk diberitahu hakikat perselisihan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan yang diperintahkan Allah menyebut alasannya sekaligus: bagaimana mencari tuhan selain Dia, padahal Dia Tuhan segala sesuatu. Yang dicari sebagai pengganti termasuk di dalam yang ditinggalkan. Tak ada tempat berdiri di luar cakupan itu untuk memulai pencariannya.
- Allah menegaskan bahwa seorang pemikul dosa tidak memikul dosa orang lain. Beban tidak bisa dipindahkan, dan itu berlaku dua arah. Yang menenangkan dari kalimat ini sekaligus yang paling menuntut: tak seorang pun bisa menanggungkan dosanya kepada kita, dan kita pun tak bisa kepada siapa pun.
- Kalimatnya berbunyi setiap jiwa tidak mengusahakan sesuatu 'kecuali atas dirinya sendiri'. Yang dikerjakan seseorang jatuh lebih dulu kepada pelakunya. Sebelum sampai kepada orang lain, sebuah perbuatan sudah selesai mengerjakan sesuatu pada orang yang melakukannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, gh-y-r, a-l-h, b-gh-y, r-b-b, k-l-l, sh-y-a, k-s-b, n-f-s, w-z-r, a-kh-r, r-j-', n-b-a, k-w-n, kh-l-f): abghii diterjemahkan 'mencari' (akar b-gh-y); laa taziru waaziratun wizra ukhraa diterjemahkan 'seorang pemikul tidak memikul beban orang lain', akar w-z-r (wizr=beban dosa; prinsip tanggung-jawab pribadi); takhtalifuun diterjemahkan 'perselisihkan' (akar kh-l-f, ikhtilaaf, bertaut 4:82). gloss '(pantas)/(Nabi Muhammad)' dibuang.