كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
Sebuah Kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan dalam dadamu karenanya, agar engkau memberi peringatan dengannya, dan sebagai peringatan bagi orang-orang yang beriman.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَkitaabun unzila ilayka fa-laa yakun fii sadrika harajun minhu li-tundzira bihi wa-dzikraa li-l-mu'miniinasebuah Kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan dalam dadamu karenanya, agar engkau memberi peringatan dengannya, dan sebagai peringatan bagi orang-orang yang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar k-t-b, n-z-l, k-w-n, s-d-r, h-r-j, n-dz-r, dz-k-r, a-m-n): sadr diterjemahkan 'dada'; haraj diterjemahkan 'kesempitan (kesulitan)' (akar h-r-j; terjemahan lain 'sesak dada'); tundhira diterjemahkan 'memberi peringatan' (akar n-dz-r); dhikraa diterjemahkan 'peringatan' (akar dz-k-r). gloss '(Inilah)/(Nabi Muhammad)/(kitab itu)' dibuang.
Aplikasi
Penenangan eksplisit bagi pembawa pesan yang merasa berat: 'janganlah ada kesempitan dalam dadamu karenanya', rasa berat/gentar menyampaikan sesuatu yang menantang diakui sebagai hal wajar, tapi tidak boleh menghalangi tugas menyampaikan. Konkretnya: merasa berat atau cemas sebelum menyampaikan sesuatu yang penting namun berpotensi tidak populer/menantang orang lain adalah perasaan yang wajar dan diakui, perasaan itu bukan alasan untuk menahan diri dari menyampaikannya, melainkan sesuatu yang perlu dilewati, bukan dituruti.