فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Maka tidaklah seruan mereka ketika azab Kami datang kepada mereka, kecuali mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَfa-maa kaana da'waahum idz jaa'ahum ba'sunaa illaa an qaaluu innaa kunnaa zhaalimiinamaka tidaklah seruan mereka ketika azab Kami datang kepada mereka, kecuali mereka berkata, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَمَاfa-maamaka tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. دَعْوَاهُمْda'waahumdoa mereka
  4. إِذْidzketika
  5. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  6. بَأْسُنَاba'sunaaazab Kami
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. أَنْanbahwa
  9. قَالُواqaaluumereka berkata
  10. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  11. كُنَّاkunnaakami adalah
  12. ظَالِمِينَzhaalimiinaorang-orang yang zalim

Inti bacaan

Pengakuan jujur 'sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim' baru muncul justru saat azab sudah datang, kesadaran diri yang tulus tapi terlambat, tidak lagi bisa mengubah apa pun. Konkretnya: pengakuan kesalahan yang baru muncul setelah konsekuensi sudah tak terelakkan kehilangan nilai praktisnya untuk mencegah, kejujuran terhadap diri sendiri tentang kesalahan jauh lebih bernilai jika dilakukan lebih awal, saat masih ada ruang untuk mengubah arah.

Tafsiran

Ayat ini menutup gambaran kehancuran itu dengan pengakuan terlambat: satu-satunya respons mereka hanyalah mengakui kezaliman diri sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut satu-satunya seruan mereka pengakuan. Bukan permohonan. Yang tersisa saat itu bukan meminta, melainkan mengakui.
  • Pengakuannya tepat: kami orang-orang yang zalim. Tanpa alasan menyertainya. Yang sepanjang hidup dibantah diucapkan sendiri dalam satu kalimat.
  • Allah menyebut waktunya ketika azab datang. Bukan sebelumnya. Kejujuran itu tiba saat ia tak lagi berguna.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, d-'-w, j-y-a, b-a-s, q-w-l, zh-l-m): da'waa diterjemahkan 'seruan/keluhan' (akar d-'-w); ba's diterjemahkan 'azab'. Selaras.