فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ
Maka pasti Kami akan menanyai orang-orang yang kepadanya rasul diutus, dan pasti Kami akan menanyai para rasul.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَfa-la-nas'alanna lladziina ursila ilayhim wa-la-nas'alanna l-mursaliinamaka pasti Kami akan menanyai orang-orang yang kepadanya rasul diutus, dan pasti Kami akan menanyai para rasul
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَلَنَسْأَلَنَّfa-la-nas'alannamaka sungguh Kami akan menanyai
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُرْسِلَursiladiutus
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- وَلَنَسْأَلَنَّwa-la-nas'alannadan sungguh Kami akan menanyai
- الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul
Inti bacaan
Pertanggungjawaban berjalan dua arah: 'Kami akan menanyai orang-orang yang diutus kepada mereka rasul, dan Kami akan menanyai para rasul', baik penerima maupun penyampai pesan sama-sama diperhitungkan, tidak ada pihak yang otomatis lolos dari pemeriksaan. Konkretnya: dalam relasi penyampaian tanggung jawab (guru-murid, pemimpin-anggota, orang tua-anak), kedua pihak punya bagian akuntabilitas masing-masing, pemeriksaan dua arah ini mencegah salah satu pihak melempar tanggung jawab sepenuhnya ke pihak lain.
Penjelasan pilihan kata
'rasul' dipertahankan tanpa kurung: pelengkap gramatikal wajar bagi susunan pasif 'ursila' (diutus), akar sama dg 'al-mursaliina' (para rasul) di bagian berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan bahwa pada hari perhitungan, baik umat penerima maupun rasul pengemban risalah akan sama-sama dimintai pertanggungjawaban.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua pihak yang akan ditanyai: yang menerima rasul, dan para rasul itu sendiri. Tidak ada yang dilewati. Kedudukan sebagai penyampai ternyata bukan tempat berlindung dari pertanyaan, melainkan tempat yang juga ditanyai.
- Yang disebut lebih dahulu justru umat penerimanya, baru para rasul. Bukan sebaliknya. Susunan itu menutup jalan bagi pembacanya untuk membaca ayat ini sebagai perkara orang lain yang berkedudukan tinggi.
- Kata yang dipakai Allah menanyai, bukan menghukum. Yang digambarkan sebuah pemeriksaan. Dan pemeriksaan selalu mengandaikan ada jawaban yang bisa diberikan, sesuatu yang tidak disediakan oleh vonis.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-a-l, r-s-l): la-nas'alanna diterjemahkan 'pasti Kami menanyai' (akar s-'-l). Selaras, baik umat maupun rasul ditanyai.