قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Dia berkata, “Apa yang menghalangimu untuk bersujud ketika Aku memerintahkanmu?” Ia berkata, “Aku lebih baik daripadanya; Engkau menciptakanku dari api, dan Engkau menciptakannya dari tanah liat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَqaala maa mana'aka allaa tasjuda idz amartukaDia berkata, apa yang menghalangimu untuk bersujud ketika Aku memerintahkanmu
- قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍqaala anaa khayrun minhu khalaqtanii min naarin wa-khalaqtahu min tiininia berkata, aku lebih baik daripadanya, Engkau menciptakanku dari api, dan Engkau menciptakannya dari tanah liat
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, m-n-', s-j-d, a-m-r, kh-y-r, kh-l-q, n-w-r, t-y-n): mana'a diterjemahkan 'menghalangi' (akar m-n-'); tiin diterjemahkan 'tanah liat' (selaras 6:2; terjemahan lain 'tanah'). gloss '(Allah)/(sehingga)/(Iblis)' dibuang.
Aplikasi
Alasan Iblis menolak perintah adalah klaim superioritas komparatif: 'aku lebih baik daripadanya; Engkau menciptakanku dari api, dan menciptakannya dari tanah liat', kasus pertama dalam narasi ini di mana rasa superioritas dipakai sebagai pembenaran menolak instruksi yang jelas. Konkretnya: waspadai saat penolakan terhadap instruksi/permintaan yang jelas dibungkus dengan alasan 'aku lebih unggul/lebih berhak', pola pembenaran diri lewat klaim superioritas ini adalah salah satu bentuk paling awal dan paling berbahaya dari pembangkangan yang menyamar sebagai argumen rasional.