قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Dia berkata, “Maka turunlah engkau darinya; tidak patut bagimu menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah! Sesungguhnya engkau termasuk golongan yang hina.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَqaala fa-hbith minhaa fa-maa yakuunu laka an tatakabbara fiihaa fa-khruj innaka mina sh-shaaghiriinaDia berkata, maka turunlah engkau darinya; tidak patut bagimu menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya engkau termasuk golongan yang hina

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. فَاهْبِطْfa-hbithmaka turunlah
  3. مِنْهَاminhaadarinya
  4. فَمَاfa-maamaka tidak
  5. يَكُونُyakuunuadalah
  6. لَكَlakabagimu
  7. أَنْanuntuk
  8. تَتَكَبَّرَtatakabbaraengkau menyombongkan diri
  9. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  10. فَاخْرُجْfa-khrujmaka keluarlah
  11. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  12. مِنَminadari
  13. الصَّاغِرِينَsh-shaaghiriinaorang-orang yang hina

Inti bacaan

Konsekuensi ironis: klaim keunggulan Iblis ('aku lebih baik') justru berbalik menjadi 'engkau termasuk makhluk yang hina', kesombongan yang dimaksudkan meninggikan diri justru menghasilkan penurunan status yang sebaliknya. Konkretnya: usaha meninggikan diri lewat merendahkan atau menganggap remeh pihak lain (alih-alih lewat pencapaian nyata) sering berujung pada akibat yang berlawanan dengan yang diinginkan, kesombongan sebagai strategi status cenderung menghasilkan hasil yang justru merugikan diri sendiri dalam jangka panjang.

Tafsiran

Ayat ini mencatat konsekuensi pembangkangan Iblis: diperintahkan turun dan diusir sebagai golongan yang hina, akibat kesombongannya menolak sujud.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan turun dan menyebut alasannya: tidak patut menyombongkan diri di dalamnya. Sebabnya disebutkan. Yang dikeluarkan bukan karena membangkang saja, melainkan karena merasa lebih.
  • Perintahnya diulang dengan kata lain: maka keluarlah. Dua kali. Yang perlu ditegaskan bukan isinya, melainkan bahwa perkaranya sudah selesai.
  • Allah menutup dengan menyebut ia termasuk golongan yang hina. Kebalikan dari yang dikejarnya. Yang menolak karena merasa lebih tinggi dijawab dengan kedudukan yang paling rendah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.