قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Ia berkata, “Berilah aku penangguhan sampai hari mereka dibangkitkan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَqaala anzhirnii ilaa yawmi yub'atsuunaia berkata, berilah aku penangguhan sampai hari mereka dibangkitkan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. أَنْظِرْنِيanzhirniiberilah aku tangguh
  3. إِلَىٰilaasampai
  4. يَوْمِyawmiHari
  5. يُبْعَثُونَyub'atsuunamereka dibangkitkan

Inti bacaan

Alih-alih menyesal, respons Iblis justru meminta perpanjangan waktu: 'berilah aku penangguhan sampai hari mereka dibangkitkan', memilih memperpanjang kesempatan melanjutkan pola lama, bukan memperbaiki kesalahan yang baru dilakukan. Konkretnya: saat dihadapkan konsekuensi dari kesalahan, godaan untuk 'meminta lebih banyak waktu/kesempatan' agar bisa melanjutkan pola lama (bukan benar-benar memperbaiki) adalah respons yang perlu dikenali dan dihindari, permintaan waktu tambahan hanya bernilai jika benar-benar dipakai untuk berubah, bukan untuk mengulang pola yang sama.

Tafsiran

Ayat ini mencatat permohonan Iblis untuk ditangguhkan hingga hari kebangkitan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ia meminta penangguhan sampai hari kebangkitan. Bukan ampunan. Yang diminta waktu, dan waktu itu untuk mengerjakan apa yang baru ia janjikan.
  • Batas yang ia sebut hari kebangkitan. Sepanjang yang mungkin. Permintaannya diajukan untuk rentang yang paling panjang yang bisa dibayangkan.
  • Allah merekam permintaan itu tanpa satu kata penyesalan. Cuma waktu. Yang baru saja diusir tak meminta kembali, melainkan meminta kesempatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-zh-r, y-w-m, b-'-ts): anzhirnii diterjemahkan 'berilah aku penangguhan' (akar n-zh-r); yub'athuun diterjemahkan 'dibangkitkan' (akar b-'-ts). gloss '(Iblis)' dibuang.