قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Ia berkata, “Maka karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menghadang mereka di jalan-Mu yang lurus,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَqaala fa-bi-maa aghwaytanii la-aq'udanna lahum shiraathaka l-mustaqiimaia berkata, maka karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menghadang mereka di jalan-Mu yang lurus
Terjemahan per kata (7 kata)
- قَالَqaalaberkata
- فَبِمَاfa-bi-maamaka karena
- أَغْوَيْتَنِيaghwaytaniiEngkau menyesatkanku
- لَأَقْعُدَنَّla-aq'udannasungguh aku akan duduk
- لَهُمْlahumbagi mereka
- صِرَاطَكَshiraathakajalan-Mu
- الْمُسْتَقِيمَl-mustaqiimayang lurus
Inti bacaan
Alasan Iblis untuk rencana jahatnya: 'karena Engkau telah menyesatkanku', melempar tanggung jawab atas pilihannya sendiri kepada pihak lain, alih-alih mengakui pilihannya sendiri. Konkretnya: pola melempar tanggung jawab kesalahan sendiri kepada pihak lain ('ini karena kamu/keadaan yang membuatku begini') adalah pola pembenaran diri klasik yang perlu dikenali dan dihindari, kontras tajam dengan respons Adam-Hawa nanti (7:23) yang justru mengakui 'kami menzalimi diri kami sendiri', sebuah model yang jauh lebih sehat.
Penjelasan pilihan kata
Bersambung ke 7:17 (kalimat kontinu ancaman Iblis).
Tafsiran
Ayat ini mencatat sumpah Iblis untuk menghadang manusia di jalan yang lurus, dampak dari kesesatannya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ia berkata: karena Engkau telah menyesatkanku. Sebabnya dilemparkan ke atas. Yang menolak perintah sendiri mencari tempat lain untuk menaruh kesalahannya.
- Yang ia janjikan menghadang di jalan yang lurus. Bukan di jalan lain. Sasarannya persis orang yang sudah berada di arah yang benar.
- Allah merekam janji itu diucapkan langsung kepada-Nya. Bukan disembunyikan. Permusuhan yang paling terbuka dinyatakan di hadapan pihak yang paling mengetahui.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, gh-w-y, q-'-d, s-r-t, q-w-m): aghwaytanii diterjemahkan 'Engkau menyesatkanku', akar gh-w-y (ghawaa=sesat/tergoda; BEDA dari akar d-l-l; Iblis menisbahkan ghawaayah-nya kepada Allah); la-aq'udanna diterjemahkan 'pasti aku menghadang (duduk)' (akar q-'-d). gloss '(Iblis)' dibuang.